BETANEWS.ID, JEPARA – Ratusan anak-anak umat Katolik di Jepara tampak antusias mengikuti perayaan Natal yang diadakan Gereja Katolik Stella Maris, Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kabupaten Jepara, Rabu (25/12/2024).
Anak-anak yang hadir saling unjuk bakat, mulai dari menyanyi, bercerita, hingga menari. Setelah perform, Santa Claus datang untuk membagikan hadiah.
Koordinator Kegiatan, Kabita, mengatakan, kegiatan perayaan Natal berupa Pendampingan Iman Anak (PIA) Paroki Stella Maris Jepara yang diadakan pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
Baca juga: Lima Narapidana Narkotika di Jepara Dapat Remisi Natal
Tahun ini, kegiatan tidak hanya dihadiri oleh umat Katolik dari Jepara, tetapi juga mengundang anak-anak dari Panti Asuhan Kelet, Kecamatan Keling dan stasi atau kelompok umat Katolik dari Kecamatan Mayong.
“Berbeda dengan tahun sebelumnya (Perayaan Natal Paroki Stella Maris Jepara), kita mengadakan berbagi kasih dengan temen-teman dari Panti Asuhan Kelet, kita juga ada penggabungan dengan stasi dari Mayong,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari perayaan Natal. Sebelumnya, Selasa (24/12/2024) malam telah diadakan ibadah Missa Natal, dan pada sore hari nanti akan dilanjut dengan ibadah Natal sore.
Melalui kegiatan tersebut, ia ingin mengajak anak-anak untuk saling berbagi, bersuka cita, dan memuji nama Tuhan pada Hari Raya Natal.
“Puji Tuhan pada perayaan tahun ini semua terlibat, yang jauh mau datang mau sengkuyung, bersukacita, dan berbagi tentunya,” katanya.
Baca juga: Pengunjung Pijar Park Kudus Melonjak 40 Persen Selama Nataru
Hal tersebut menurutnya sesuai dengan tema perayaan Natal yang diangkat pada tahun ini, yaitu Marilah Datang ke Betlehem yang artinya marilah kita kembali kepada Tuhan untuk senantiasa berbagi dan bersuka cita.
Ia berharap semoga pada perayaan natal tahun depan lebih banyak pihak yang bisa terlibat dan semakin banyak anak-anak yang mau datang ke Gereja.
“Semoga semakin banyak yang terlibat. Anak-anak dengan penuh syukur dan suka cita untuk menghidupi gereja,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

