Masuk Kloter 36-40, 1.529 Calon Jemaah Haji Jepara Diperkirakan Berangkat Awal Mei

BETANEWS.ID, JEPARA– Proses persiapan pelaksanaan ibadah haji 1448 Hijriah/2026 Masehi saat ini terus berjalan, meskipun di tengah eskalasi konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jepara, Siti Zuliyati mengatakan, saat ini seluruh persiapan administrasi untuk keberangkatan calon jemaah haji sudah selesai.

“Jumlah calon jemaah Jepara yang tahun ini berangkat ada 1.529 jemaah,” sebut Zuliyati saat ditemui di Kantor Kementerian Haji dan Umrah pada Rabu, (4/3/2026).

-Advertisement-

Selain calon jemaah haji reguler, Zuliyati mengatakan, total terdapat 600 calon jemaah haji cadangan. Namun dari jumlah itu hanya 113 yang menandatangani surat perjanjian.

Surat tersebut berisi bahwa calon jemaah haji cadangan akan siap diberangkatkan kapan pun apabila terdapat kursi calon jemaah haji yang kosong.

Dalam pemberangkatannya, mereka nanti akan diberangkatkan untuk mengisi kuota cadangan Jawa Tengah.

“Sistemnya mengisi seat yang kosong, tapi berdasarkan kuota cadangan Jawa Tengah, kuotanya 600 jemaah,” katanya.

Baca juga: 80 Ribu Bibit Tanaman Disiapkan Atasi Lahan Kritis di Jepara

Zuliyati melanjutkan calon jemaah haji Jepara nantinya terbagi ke dalam lima kloter. Yaitu kloter 36-40 yang akan berangkat pada gelombang pertama pemberangkatan calon jemaah haji Indonesia.

“Kloter 36 diperkirakan, karena masih menunggu jadwal resmi, diperkirakan berangkat pada awal bulan Mei 2026,” katanya.

Di kloter 36 nantinya, calon jemaah haji asal Kabupaten Jepara akan berangkat bersama dengan Kabupaten Demak. Kemudian kloter 37-39, seluruhnya merupakan calon jemaah haji asal Jepara. Dan kloter terakhir, yaitu kloter 40 akan berangkat bersama dengan Kabupaten Pati.

“Dalam satu kloter itu terdapat 354 calon jemaah,” sebutnya.

Calon jemaah hasi asal Jepara nantinya akan diberangkatkan dari Embarkasi Haji Donohudan Boyolali.

Kemudian kegiatan selanjutnya yang akan diikuti calon jemaah haji yaitu manasik atau bimbingan pelaksanaan ibadah haji. Kegiatan manasik akan dilakukan dua kali, yaitu di tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Karena ada kendala teknis, manasik di tingkat kecamatan nanti dilaksanakan dulu tanggal 1-4 April, sedangkan yang tingkat kabupaten tanggal 9 April,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER