BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perdagangan (Disdag) buka-bukaan terkait banyaknya kios dan los di Pasar Kliwon Kudus. Bahkan, fenomena itu tak hanya terjadi di satu pasar, tetapi hampir di seluruh pasar tradisional di Kota Kretek.
Kabid Pengelolaan Pasar Disdag Kudus, Albertus Harys Yunanto, menyampaikan, kios dan los yang tutup di Pasar Kliwon memang cukup banyak tetapi tidak sampai 10 persen. Paling hanya 7-8 persen dari total kios dan los yang ada.
“Penyebabnya, sebagain besar pedagang mengeluhkan pengunjung sepi. Tapi, kayaknya memang ada perlambatan ekonomi,” ujar Harys saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (31/10/2024).
Baca juga: Ratusan Kios Tutup, Suasana Lantai 3 Pasar Kliwon Kudus Bak Sarang Hantu
“Kios dan los pasar tradisional tutup itu tak hanya terjadi di Kudus saja, tetapi juga di daerah lain. Bahkan informasinya, di Pasar Tanah Abang Jakarta saja banyak kios dan los yang tutup,” bebernya.
Harys mengungkapkan, beberapa sebab kios dan los pasar tradisional tutup di Kudus dikarenakan jualan sepi. Bahkan, pengakuan dari para pedagang, untuk mencari buat bayar pegawai saja tidak bisa.
“Kedua, kemungkinan banyak yang beralih ke jualan melalui media online. Kalau jualan online kan tidak butuh kios atau los di pasar, sebab jualan di rumah bisa,” ungkapnya.
Oleh karena itu, kata dia, para pedagang banyak yang memilih menyewakan kios atau losnya. Namun, ada juga pedagang yang memilih menutup kios atau losnya dan digunakan untuk berjualan lagi ketika jelang lebaran.
“Ada yang model begitu, mereka tidak setiap hari berjualan. Terutama di pasar-pasar kecil. Di antaranya Pasar Piji, Brayung dan lainnya,” ungkap Harys.
Baca juga: Pengunjung Sepi, Omzet Pedagang Pasar Kliwon Kudus Anjlok Hingga 50 Persen
Disinggung apakah banyaknya kios dan los yang tutup berpengaruh pada retribusi, Harys mengaku tentu ada, tetapi tidak signifikan. Sebab, pedagang yang hanya berjualan jelang lebaran itu masih tetap membayarkan retribusi bulanannya.
“Meski tak berjualan tiap hari, sebagian besar pedagang musiman jelang lebaran itu masih aktif bayar retribusi bulanan. Jadi retribusinya itu berkurangnya tidak begitu banyak,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

