Pengunjung Sepi, Omzet Pedagang Pasar Kliwon Kudus Anjlok Hingga 50 Persen

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana Pasar Kliwon Kudus saat ini sungguh memprihatinkan. Bagaimana tidak, pasar yang merupakan pusat grosir hasil konveksi terbesar kedua di Jawa Tengah saat ini sepi pengunjung. Hal itu membuat omzet pedagang terjun bebas.

Salah satu pedagang, Nunuk mengatakan, keadan sepi pengunjung di Pasar Kliwon Kudus ini sudah berlangsung kurang lebih sekira tiga bulanan. Sebenarnya, penurunan pengunjung itu sudah terjadi sejak pandemi.

Baca Juga: Keberatan Aturan Pembatasan Jam Jualan, PKL Ayam: ‘Kami juga Butuh Pekerjaan’

-Advertisement-

“Tetapi kala ada pandemi itu keadaan pengunjung lebih ramai dibanding paska Covid-19. Tetapi keadaannya itu makin tahun makin sepi. Dibanding tahun lalu, keadaan ini juga makin sepi,” ujar Nunuk di kiosnya yang berada di lantai 1 Pasar Kliwon Kudus, belum lama ini.

Nunuk mengaku, sudah berjualan aneka pakaian anak-anak di Pasar Kliwon Kudus selama belasan tahun. Tahun ini pengunjungnya sangat sepi, padahal, dulu pada hari biasa saja, pengunjung ramai.

“Sekarang bisa dilihat sendiri, lengang. Ibaratnya orang mau main bola itu bisa,” bebernya.

Nunuk mengira, sepinya pengunjung di Pasar Kliwon Kudus dikarenakan masyarakat lebih memilih berbelanja melalui media online. Sehingga warga tak lagi datang ke pasar.

“Dulu pelanggan saya itu banyak yang dari luar jawa. Sekarang mereka mengaku lebih memilih berbelanja lewat online. Lebih simpel dan katanya bebas ongkos kirim,” ungkapnya.

Karena sepi pengunjung, kata Nunuk, otomatis berdampak pada hasil penjualan yang terjun bebas. Saat ini omzetnya turun sekira 50 persen.

“Kita berharap ada langkah konkrit dari pemerintah agar pasar tradisional bisa kembali ramai. Sebab, jika begini terus para pedagang akan banyak berjatuhan karena merugi,” sebutnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh salah satu penjaga kios di lantai dua Pasar Kliwon Kudus, Dyah Ningrum. Dyah mengatakan, pasar sepi pengunjung sejak lima bulan yang lalu.

“Sudah lima bulanan ini Pasar Kliwon sepi pengunjung. Penjualan juga turun drastis hingga 40 persen,” ujar Dyah.

Baca Juga: Dispertan Kudus dan BSIP Jateng Gelar Bimtek Penerapan Standar Pertanian Ramah Lingkungan

Lebih lanjut Dyah menyampaikan, sepinya pengunjung Pasar Kliwon dikarenakan maraknya penjualan online. Sebab informasinya, barang di pasar online lebih murah-murah dari di pasar.

“Beli pasar online kan juga tidak perlu ribet. Tidak perlu tawar menawar, terkadang juga ada promo dan gratis ongkos kirim. Jadi itu yang menjadikan masyarakat lebih memilih berbelanja melalui online,” bebernya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER