Ratusan Kios Tutup, Suasana Lantai 3 Pasar Kliwon Kudus Bak Sarang Hantu

BETANEWS.ID, KUDUS – Seluruh kios di lantai 3 Pasar Kliwon Kabupaten Kudus tutup. Jumlahnya mencapai lebih dari seratus kios tak ada yang buka atau digunakan untuk berjualan. Suasananya pun sunyi, jauh dari ramainya aktifitas jual beli.

Untungnya di lantai 3 Pasar Kliwon terdapat kantor petugas pengelolaan pasar, sehingga masih terdapat suara musik dangdut yang diputar oleh petugas.

Baca Juga: Keberatan Aturan Pembatasan Jam Jualan, PKL Ayam: ‘Kami juga Butuh Pekerjaan’

-Advertisement-

Kios tutup tak hanya di lantai 3 saja. Di lantai 2 dan 1 pusat grosir pakaian terbesar kedua di Jawa Tengah tersebut juga terlihat banyak yang tutup. Kios-kios tersebut terdapat tulisan disewakan atau di jual.

Koordinator Pasar Kliwon Kudus, Teguh Adi Santoso mengatakan, banyaknya kios yang tutup dikarenakan pasar sepi pengunjung. Dia pun mengira, sepinya pengunjung di pasar tradisional tak hanya terjadi di Kudus saja tetapi juga di daerah lain.

“Pasar sepi itu tak hanya terjadi di Kudus saja. Di daerah-daerah lain juga sama, sepi. Saya pernah tanya petugas pasar Tanah Abang, Jakarta keadaannya juga hampir sama. Di sana juga banyak kios yang tutup,” ujar Teguh kepada Betanews.id saat ditemui di Pasar Kliwon Kudus, belum lama ini.

Teguh mengungkapkan, sepinya pengunjung di Pasar Kliwon Kudus sudah terjadi sejak setahun yang lalu. Bahkan menurutnya, keadaan ini lebih parah dari masa pandemi.

“Pada masa ada pandemi Covid-19, informasi dari pedagang itu pengunjung di Pasar Kliwon Kudus memang mengalami penurunan, tapi masih ramai. Kalau sekarang, sepi begini,” bebernya.

Sepinya pengunjung di Pasar Kliwon Kudus disinyalir karena banyak masyarakat yang lebih memilih berbelanja melalui online. Maraknya marketplace dengan segala kemudahannya, menjadikan masayarakat tak lagi sudi datang ke pasar.

“Akibatnya kios di Pasar Kliwon Kudus pun banyak yang tutup. Bahkan ketika jelang Ramadhan dan lebaran jumlah pengunjung tak ada kenaikan yang signifikan,” tuturnya.

Teguh mengatakan, Pasar Kliwon Kudus terdapat kurang lebih 2.600 an bangunan yang disewakan dan jadi penyumbang retribusi. Terdiri dari rumah toko (Ruko) berjumlah 35 unit, kios 538 unit dan los sebanyak 2.012 unit.

Baca Juga: Dispertan Kudus dan BSIP Jateng Gelar Bimtek Penerapan Standar Pertanian Ramah Lingkungan

“Dari jumlah tersebut, yang tutup ada lebih dari 100 kios ataupun los. Meliputi kios yang ada di lantai 3, lantai 2 dan lantai 1,” ungkapnya.

Teguh mengatakan, banyaknya kios dan los yang tutup tidak begitu berpengaruh pada retribusi. Sebab iuran retribusi tersebut dibayarkan oleh pedagang sebulan sekali. Tetapi, berdampak pada sewa pemakaian kekayaan daerah (PKD).

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER