BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah banner bertulis Bursa Sepatu Second tampak di sebuah halaman rumah di Desa Megawon RT 01 RW 02, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Seorang pria terlihat sedang membersihkan puluhan pasang sepatu yang berjejer di samping rumah. Dia tak lain adalah Slamet (58), penjual sepatu bekas.
Sambil membersihkan sepatu, Slamet sudi berbagi cerita kepada betanews.id tentang usaha itu. Saat ini sepatu yang paling laris di lapaknya yaitu sepatu sefety. Menurutnya, sepatu safety lebih awet dan aman jika digunakan untuk kerja lapangan.
“Di sini yang paing laris sepatu safety. Pernah ada orang beli sepatu safety gak pake nawar, kalau sepatu yang lain biasanya ditawar dulu. Mungkin karena saya buka harga sudah murah,” terang bapak empat anak itu.
Baca juga : Televisi LED Paling Diburu Pembeli di Toko Barang Bekas Putra Kudus
Meski menjual sepatu bekas, Slamet tetap memilih kualitas yang masih layak pakai. Dengan memilih terlebih dahulu, menurutnya barang yang diambil bisa cepat laku. Dia mengambil sepatu bekas dari Jakarta. Jika sekala kecil dia ambil dari Semarang.
“Kalau sekala besar saya ambil di Jakarta, sekali ambil memerlukan modal minimal Rp 15 juta. Saat ini saya juga ambil dari Pasar Kliwon Kudus, sepatu baru, tapi harganya yang murah untuk senam ibu-ibu PKK,” ungkapnya, Sabtu (14/3/2020).
Sepatu yang dia jual mulai kisaran harga Rp 75 ribu hingga Rp 250 ribu. Dari hasil menjual sepatu tersebut, dalam satu bulan keuntungan bersih Slamet sekitar Rp 4,5 juta.
Baca juga : Gunakan Trik Pemasaran Warisan Orang Tua, Produk Sinta Shoes Tetap Digemari Konsumen
“Saya menjual di emperan rumah seperti ini, nanti ada yang datang sendiri. Katanya sih lihat banner saya yang di pinggir jalan. Tapi anak saya juga memasarkan secara online. Pelanggan saya ya sekitar daerah Karesidenan Pati,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

