31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Wah Keren, Kaligrafi 3D dari Bambu Karya Assiry Nan Artistik dan Unik

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan bilah bambu tipis terangkai rapi menghiasi halaman Arjuna Resto yang berada di tepi Jalan Lingkar Ring Road Utara Kudus, tepatnya di sebelah barat Universitas Muria Kudus. Bilah-bilah bambu berwarna coklat itu tampak disusun menjadi satu-kesatuan, berbentuk abstrak dan tinggi sekitar tujuh meter. Rangkaian bilah bambu tersebut yakni karya seni kaligrafi tiga dimensi.

Muhammad Assiry (40) pembuat karya seni kaligrafi tiga dimensi itu menuturkan, sengaja membuat karya kaligrafi dengan wujud beda dari yang sudah ada, agar seni kaligrafi bisa lebih dinikmati banyak orang. Menurutnya, selama ini kaligrafi biasanya ditaruh di dalam ruangan, kalaupun di luar biasanya posisinya itu di ketinggian. Semisal di lesplang atau kubah masjid.

Kaligrafi terbuat dari bambu karya Muhammad Assiry. Foto: Rabu Sipan

“Setiap pelaku seni pasti ingin karyanya itu bisa dinikmati orang lain. Begitu juga
saya, karena saya adalah pembuat karya seni kaligrafi, maka saya pun berinovasi membuat kaligrafi tiga dimensi agar kaligrafi itu lebih bisa dinikmati banyak orang. Seperti kemarin ada orang yang sengaja berhenti hanya untuk berswafoto dengan kaligrafi tiga dimensi karya saya. Saat melihat itu, mejadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujar pria yang akrab disapa Assiry kepada betanews.id.

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Saryono, Seniman yang Rela Melepas Jabatan Manajer di Perusahaan Asing

Pria yang merupakan pengasuh sekaligus pendiri Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Alqur’an (PSKQ) Kudus itu mengungkapkan, ide membuat kaligrafi tiga dimensi sudah ada sejak lama. Bahkan, pada tahun 2000 saat ada pameran kaligrafi pertama di Yogyakarta, dirinya sudah membuat kaligrafi tiga dimensi. Pada waktu itu respon pengunjung sangat bagus.

“Respon para pengunjung saat itu sangat bagus. Mereka juga mensuport kaligrafi tiga dimensi karya saya. Karena alasan itu, guna menyambut hari lahir PSKQ bulan depan, saya membuat sekitar 10 kaligrafi tiga dimensi dengan berbagai lafadz,” ungkap pria berjambang tersebut.

Pria yang mengenakan jas panjang itu mengatakan, untuk yang sudah dipasang di Arjuna resto itu lafadznya Laa Ilaaha illallah. Dengan filosofi bahwa semua yang terjadi dunia ini adalah kehendak Allah. Tidak ada satu hal yang terjadi tanpa izin Allah. Karena Allah adalah sang pencipta, sang maha kuasa dan Allah adalah segala – galanya.

“Lewat kaligrafi tiga dimensi berlafadz Laa Ilaaha illallah itu saya ingin menyampaikan tetang virus yang sedang mewabah. Agar tetap percaya bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Allah menurunkan virus, Allah pasti sudah menyiapkan obatnya. Kita harus tetap tenang dan selalu jaga kebersihan. Serta selalu mengikuti anjuran pemerintah,” ujarnya.

Baca juga: Kaligrafi Arab Ini Dijual Seharga Rp 100 Juta, Digores dengan Handam dan Pernah Juara di Iraq

Assyri menambahkan, kaligrafi tiga dimensi karyanya itu terbuat dari bambu. Dia mengaku sengaja memilih bambu karena merupakan kekayaan lokal dan barangnya mudah didapat. Bambu juga lebih awet. Apalagi bambu yang digunakan untuk membuat kaligrafi tiga dimensi telah dilapisi resin. Kemungkinan bisa bertahan puluhan tahun meski ditaruh di luar. Selain itu bambu jika diberi sentuhan seni nilainya akan sangat tinggi.

“Orang Timur Tengah, orang Eropa maupun orang Amerika itu melihat kaligrafi terbuat dari beton, dari fiber dan logam itu sudah biasa. Mereka juga sudah mahir untuk membuatnya. Tapi saat kaligrafi itu terbuat dari bambu mereka itu sangat suka. Mereka menganggap lebih artistik,” ungkapnya.

Baca juga: Kisah Heru, ‘Curi Ilmu’ dari Pamannya Hingga Mahir Ukir Wajah 3D

Dia mengaku, khat yang digunakan untuk membuat kaligrafi tiga dimensi itu merupakan khat kontemporer. “Karena memang untuk membuat khat kaligrafi tiga dimensi itu tidak harus menggunakan khat pakemnya,” jelas Assiry.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER