Stimulan Puso Cair, Hawi: ‘Ibarat dapat Lailatul Qadar’

BETANEWS.ID, KUDUS – Raut wajah bahagia terpancar dari ratusan petani di Kabupaten Kudus, khususnya Kecamatan Mejobo dan Kaliwungu. Bantuan stimulan yang mereka tunggu selama hampir dua tahun, akhirnya cair.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Pj Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie di Pendopo Kudus, Selasa (20/8/2024).

Baca Juga: Bantuan Stimulan Puso Petani Kudus akhirnya Cair

-Advertisement-

Nominal besaran bantuan stimulan yang didapat sangat bervariatif, tergantung luas lahan yang digarap oleh petani. Bantuan tersebut per hektarnya mendapat Rp8 juta, bahkan ada yang mendapatkan bantuan mencapai Rp40 juta, karena dengan luas lahan sawah yang digarap sampai 5 hektar.

Hal itu pun membuat ratusan petani sangat semringah, tak terkecuali Hawi Sukamto. Ketua Gapoktan Kabupaten Kudus itu mengaku sangat bahagia tiada tara. Sebab, kondisi sebagian petani pada saat mengalami gagal panen pada tahun 2023 itu makan saja sulit.

“Waktu banjir, petani cari makan sulit. Seandainya tidak bekerja di perusahaan itu tidak bisa makan. Makanya ini harapan cairnya uang hari ini kan syukur Alhamdulillah, ibaratnya dapat Lailatul Qadar. Selama ini kita berdoa terus supaya dapat uang bantuan stimulan ini,” bebernya usai penyerahan simbolis bantuan stimulan puso.

Ia menjelaskan, bahwa bantuan kali ini baru turun untuk 422 petani yang berada di Kecamatan Mejobo dan Kaliwungu. Meski area lahan yang digarapnya di area Kecamatan Undaan belum mendapat, namun ia menyampaikan rasa syukurnya. Bahwa hal tersebut merupakan bukti bantuan stimulan puso akhirnya cair.

“Sebagai petani saya merasa senang, bahwa hari ini dapat bantuan. Seperti di daerah Undaan kan satu bulan lagi cair. Jadi bngah sekali, karena kita menunggu uang hampir dua tahun itu gak keluar-keluar. Nah ini Alhamdulillah turun dan yang sudah dapat rekening besok bisa dicairkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Terjadi Dugaan Korupsi, Bagaimana Kelanjutan Pembangunan SIHT?

Dengan uang bantuan yang akan didapatkan, kata Hawi, akan dibuat untuk modal awal tanam dan juga penunjang untuk perkembangan tananaman yang digarap. Menurutnya, ada petani yang mendapat bantuan stimulan tersebut perorangnya sampai Rp40 juta. Karena dengan luas lahan 3-5 hektar.

“Rencana nanti digunakan untuk beli pupuk, biaya tanam lagi. Mungkin Oktober kan sudah mulai awal tanam. Jadi petani ya agak lega dan sangat terbantu dengan bantuan itu, sehingga bisa untuk modal,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER