Kisah Mbah Parwan, Master Layangan Legendaris di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjalani hidup sebatang kara dengan usia yang sangat senja bukanlah alasan bagi Parwan, sang master layangan legendaris di Kudus untuk bermalas-malasan dan berpangku tangan kepada orang lain.

Di usia yang sudah menginjak 84 tahun, Parwan masih sanggup membuat layangan dengan teliti dengan hasil yang maksimal.

Baca Juga: Fitalia Rohmawati, Anak Buruh Pabrik Lulusan IAIN Kudus dengan IPK 3,99

-Advertisement-

Semangat abadi Parwan untuk menjalani hidip tergambar nyata di kediamannya yang terletak Desa Ploso RT 1 RW 4, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Pilihannya untuk menjadi pembuat layangan adalah pilihan yang tak pernah disesali olehnya,

“Sambung Umur, karena buat saya itu sambung urip buat saya sendiri. Saya juga tidak menyangka bisa hidup sampai 84 tahun. Karena rutinitas membuat layangan, Alhamdulillah dengan rutinitas itu tidak membuat pikiran dan selalu santai menjalani hidup,” ungkapnya.

Terhitung 15 tahun sudah purnawirawan TNI tersebut dengan sabar meraut bilah-bilah bambu untuk dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah layangan.

Dengan produksi layangan itu, Parwan bisa mencukupi kehidupannya sendiri. Bahkan ia bisa menyisihkan uang dan membelikan kendaraan kepada tiga cucunya.

“Seperti tahun kemarin, hasil penjualan layangan ini sampai terkumpul Rp20 juta. Setengahnya untuk saya sendiri, dan setengah lainnya saya bagikan kepada cucu,” ujarnya.

Parwan membuat layangan berbagai jenis, mulai layangan berbahan kertas, plastik, dan juga kain. Bentuknya pun juga banyak, ada model layangan kecil biasa, suwangan, bentuk kupu, kelelawar, dan layangan burung.

Harga yang ditawarkan juga terjangkau, tak heran jika peminat layangan buatannya merambah hingga luar Kudus.

Baca Juga: Sukses Jual Bakso Goreng, Imbron Ternyata Dapat Ide Jualan dari Mimpi

Walau saat ini, penjualan layangan masih sepi, sang master layangan tak mau ambil pusing, karena apa yang dibuatnya dapat dijual lagi tahun depan.

“Saat ini untuk jumlah produksi layangan sudah banyak, dan baru terjual sekitar 20 biji. Untuk layangan kain berbagai model sudah ada 200 biji, dan layangan kecil biasa 1.200 biji. Untuk harga mulai dari Rp1.500 hingga Rp100 ribu, tergantung model, ukuran, dan jenis bahan,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER