BETANEWS.ID, KUDUS – Di Jalan Conge, Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terdapat sebuah kedai yang buka mulai pukul 17.00 WIB hingga 21:00 WIB. Malam itu, kedai tersebut nampak ramai pembeli. Seorang wanita di sana terlihat sibuk menggunakan alat masaknya untuk meracik berbagai menu mi.
Ia terlihat memasukkan mi ke dalam air yang sudah mendidih. Kemudian, dengan telaten memasukkan bumbu-bumbu ke dalam mangkuk sebelum menyerahkan kepada pembeli.
Setelah semua pelanggan terlayani, Caca (23) pemilik kedai Mie Goceng itu, berbagi cerita kepada Betanews.id tentang usahanya. Ia mengaku, bahwa kedainya selalu ramai pembeli karena harganya yang ramah kantong.
Baca juga: Kedai Bakso Bola 46 Bisa Jual hingga 200 Porsi Sehari, Harganya Memang Ramah Kantong
“Mie goceng ramai mungkin karena harganya yang murah. Selain murah pastinya enak dan banyak varian rasanya. Ada mie yamin, mie 3 rasa, mie lada hitam dan banyak menu lainnya” kata Caca, beberapa waktu lalu.
Mayoritas pelanggan Caca adalah mahasiswa dan anak kos di sekitar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. Apalagi Mie Goceng menggunakan mi yang dibuat oleh Caca sendiri.
Menurut Caca, semua menu yang ada di kedainya jadi favorit pembeli. Apalagi ia menyediakan tingkat kepedasan hingga level lima dan dibuat dengan cabai asli. Selain itu, mie goceng banyak varian rasa yang membuat pelanggannya tidak merasa bosan.
Caca juga bercerita, nama Mie Goceng memang sengaja ia pilih karena penyebutannya yang mudah diingat, sekaligus promosi lantaran harga mi hanya Rp5 ribu. Meski terbilang cukup murah, menurutnya, urusan rasa dan kualitas tidak kalah dengan restoran.
“Kalau bahas untung, ya, pasti untung, sebelum membuka kan sudah dihitung sebelumnya. Jadi untuk porsi mi hingga bumbu, kan, ada timbangannya. Kalau gak untung ngapain dijual,” ucapnya sambil tertawa.
Baca juga: Bakso Maknyus di Pedawang Ini Harganya Mulai Rp5 Ribu, Segini Porsinya
Meski menjual dengan harga terjangkau dan keuntungan yang diperoleh tidak banyak, Caca tetap merasa senang karena bisa menjual produk olahannya sendiri. Menurutnya, menyenangkan pelanggan merupakan kepuasan tersendiri.
“Kalau dagangan ramai dan pelanggan balik lagi kan senang. Ya, meski untungnya tidak banyak, tapi kalau laris kan lumayan,” tambahnya.
Penulis: Kunuzia Haisia, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Muhlisin

