31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Triwulan Kedua, Transaksi Toko Daring Pemkab Jepara Capai Rp82 Miliar

BETANEWS.ID, JEPARA – Transaksi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara di toko daring pada triwulan kedua atau sampai 19 Juli 2024 mencapai Rp82 miliar.

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI, Hendrar Prihadi, menyebut, Kabupaten Jepara sebenarnya menjadi salah satu daerah yang cukup menonjol dalam PBJ secara online atau melalui toko daring.

Pada 2022, Kabupaten Jepara menjadi daerah dengan tingkat transaksi PBJ di toko daring paling tinggi se-Indonesia dengan nilai mencapai Rp29,8 miliar.

-Advertisement-

Baca juga: Revitalisasi Alun-alun 1 Jepara Masuki Tahap Pengerjaan

“Tapi pada 2023 transaksi (PBJ) toko daring Jepara berada di tingkat ketiga, ada daerah -daerah yang sudah menyalip,” katanya usai acara Temu Bisnis & Sosialisasi Mbiztravel di Pendapa Kabupaten Jepara, Kamis (25/7/2024).

Menurut pria yang akrab disapa Hendi itu, penyebabnya adalah proses pengadaan tersebut ternyata lebih banyak didominasi oleh pelaku atau penyedia barang dan jasa dari luar daerah Jepara. Hanya 18,1 persen atau senilai Rp24,6 Miliar yang transaksinya berasal dari penyedia dalam daerah Kabupaten Jepara.

Makanya, ia mendorong di sisa pertengahan tahun ini, Pemkab Jepara bisa lebih meningkatkan pengadaan barang dan jasa secara online dengan melibatkan pelaku dari dalam daerah.

“Hasil evaluasi kami di triwulan kedua realisasi PBJ Jepara di toko daring baru 9,7 persen atau Rp82,8 miliar. Dengan berbagai potensi yang dimiliki Jepara, harapannya itu bisa dioptimalkan oleh Pak Pj Bupati,” ujarnya.

Baca juga: Desa Tangguh Bencana di Jepara Bakal Kembali Bertambah

Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta menyebut bahwa Jepara memiliki total 80 ribu UMKM. Seluruh UMKM tersebut nantinya akan dimasukkan ke dalam E-katalog sebagai layanan penyedia barang dan jasa secara online.

Hanya saja selama ini, ia menyebut masih terdapat kendala internal di masing-masing UMKM sehingga belum seluruhnya terdaftar di E-katalog.

“Ke depan saya meminta kepada dinas terkait agar lebih banyak memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM di Jepara,” tuntas dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER