BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan segera menetapkan Desa Welahan, Kecamatan Welahan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Edy Sudjatmiko mengatakan akan segera dicanangkannya Desa Welahan menjadi Destana setelah puluhan warga setempat dilatih menjadi relawan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara.
Baca Juga: Subchan, Atlet Paralympic Jepara di Olimpiade Paris
Ia mengatakan saat ini total sudah terdapat enam Destana di Jepara. Dengan bertambahnya Desa Welahan dia berharap bisa mendukung penanganan bencana seiring jumlah petugas di BPBD yang terbatas.
“Makanya dibentuk Destana. Jadi akan makin banyak desa yang memiliki kemampuan melakukan mitigasi bencana agar kerugian dan jumlah korban akibat bencana alam bisa diminimalkan,” katanya saat memberi motivasi kepada para calon relawan yang mengikuti pelatihan di Balaidesa Welahan Selasa (23/7/2023).
Ia mendorong para calon relawan untuk bertugas dengan sabar dan ikhlas jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Menurutnya, menjadi relawan bencana tidak boleh mudah baper. Misalnya ketika dilakukan evakuasi, kerap kali ada korban yang menolak dengan alasan menunggui ternak atau harta bendanya.
“Biasanya saat ancaman bahaya meningkat, baru minta dievakuasi. Kalau relawan mudah baper dengan alasan awalnya ditolak, lalu mutung gantian menolak mengevakuasi, kan, korban akan makin banyak,” ujarnya.
Ia meminta kompetensi sebagai relawan terus ditingkatkan. Hal ini dibutuhkan agar bisa melakukan reaksi cepat saat dibutuhkan.
Dalam pelatihan itu peserta telah melakukan diskusi peta risiko bencana. “Hasilnya, di desa ini terdapat tiga jenis bencana yang rawan terjadi, yakni banjir, angin kencang, dan wabah penyakit seperti demam berdarah,” katanya.
Baca Juga: 10 Partai Non Parlemen di Jepara Bentuk Forum Bersama Kawal Pilkada
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdianto mengatakan, setelah kajian risiko bencana, berikutnya peserta dibekali rencana evakuasi bencana.
“Akan dibentuk forum risiko bencana di masyarakat, sehingga risiko bencana bisa diturunkan secara gradual. Dengan pemberdayaan masyarakat seperti ini, penanggulangan bencana akan menjadi kebutuhan semua elemen masyarakat,” katanya.
Editor: Haikal Rosyada

