BETANEWS.ID, KUDUS – Tiga pekan menjelang Hari Raya Idul Adha penjualan hewan kurban di Kudus masih lesu. Hal itu terlihat di pasar hewan yang berada di Jalan Lingkar Timur, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Sejumlah pedagang hewan mengeluh karena penjualan masih sepi.
Musapak, penjual kambing di Pasar Hewan mengatakan, penjualan hewan kurban tahun ini tak seperti biasanya yang selalu ramai oleh pembeli. Penjualan hewan kurban tahun ini menurun sangat drastis dibandingkan tahun lalu yakni sekitar 30 persen.
Baca Juga: Puluhan Koperasi di Kudus Akan Dibubarkan, Ada Apa?
“Sekarang sepi pembeli. Regane larang seng tuku drung ono (harga mahal yang beli tidak ada). Pertengahan bulan apit kemarin sudah mulai ramai, tapi sekarang masih sepi,” bebernya, Kamis (23/5/2024).
Sepinya penjualan itu disebabkan banyaknya pembeli yang membeli di peternak langsung. Pembeli tak mau ribet dan harus merawat terlebih dahulu. Kebanyakan pembeli saat ini ingin barang dikirim saat hari H penyembelihan kurban.
“Selain itu barang semakin banyak, tapi pembelinya tidak ada. Harga waktu kulakan naik tidak bisa dinego. Kulakan awal bulan apit Rp2,5 juta, sekarang belinya sudah Rp2,7 juta. Ada juga laku tiga ekor yang beli dari bakul yang mendapat pesanan dari pembeli. Dan itu mintanya dikirim saat hari H,” tuturnya.
Harga kambing saat ini disebutnya berkisar antara Rp2-3 juta per ekornya untuk jenis domba. Harga tersebut bisa saja naik jika memang penjualan mulai ramai.
Hal senada juga dikatakan oleh penjual kerbau di Pasar Hewan, Kasiban. Saat ini kondisi pasar masih lesu dan belum banyak pembeli yang berminat. Meski begitu, dia lebih banyak menerima pembelian dari rumah dibandingkan di pasar.
“Karena kebanyakan (pembeli) sekarang modelnya ada panitia kurban, otomatis mereka juga tidak mau merawat kerbau, maunya saat hari H baru dikirim. Saat ini masih lesu, pembeli ada tapi untuk di pasar pembeli masih jarang. Banyak pembeli yang datang langsung ke peternak,” ungkapnya.
Baca Juga: Strokenya Berangsur Sembuh, Surinah Rela Antre dari Subuh untuk Terapi di Happy Dream
Kasiban menuturkan, sebanyak 12 ekor kerbau yang dibawa ke pasar untuk dijual, hanya laku tiga ekor saja. Itupun pembelian kerbau masih kecil atau yang belum bisa untuk dibuat kurban. Ia berharap di kemudian hari penjualan hewan kurban bisa kembali ramai seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Mungkin kalau memang nanti sudah mendekati banyak pembeli, tapi saat ini memang lagi sepi. Kalau untuk harga kerbau tahun ini ada kenaikan sekitar Rp2 juta per ekor dibandingkan tahun lalu. Kisaran harganya mulai Rp25-30 juta dengan bobot antara 3,5-4 kuintal,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

