BETANEWS.ID, JEPARA – Selama musim libur lebaran mulai dari tanggal 10-17 April 2024, Pantai Kartini hanya mampu menyedot 18.774 pengunjung. Dengan rincian, 1.954 pengunjung anak-anak, dan sisanya 16.820 pengunjung dewasa.
Edi Kandono, Manajer Pantai Kartini Jepara mengatakan pada momen lebaran ini jumlah pengunjung di Pantai Kartini Jepara cenderung sepi.
Baca Juga: Ketua DPRD Jepara Ramai Diisukan Maju Sebagai Bakal Calon Bupati, Ini Tanggapannya
Selain itu, jika biasanya pada momen libur lebaran Pantai Kartini banyak didatangi pengunjung dari daerah sekitar seperti Demak, Kudus, Semarang, ditahun ini pengunjung dari daerah tersebut cenderung berkurang.
“Kalau dari pengamatan mata lebaran ini agak sepi (pengunjungnya). Ada banyak faktor, terutama kalau kita mengingat puasa tahun ini kan banyak terjadi bencana, kondisi jalan banyak yang rusak, sehingga berpengaruh bagi yang mau liburan ke Jepara,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (20/4/2204).
Meski begitu, terdapat momen dimana jumlah pengunjung mengalami peningkatan dibanding hari libur lebaran lainnya. Yaitu pada saat weekend, di tanggal 13 April jumlah pengunjung mencapai 2.937 dan tanggal 14 April mencapai 3.097.
“Dan puncak paling ramai selama libur lebaran saat tradisi lomban, ada 6.032 pengunjung dalam sehari,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata, Moh Eko Udyyono mengatakan pada momen libur lebaran kali ini, dari delapan obyek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara ia menarget mampu menarik 100 ribu wisatawan. Sehingga selama musim libur lebaran, dari sektor pariwisata ditarget mampu menyumbang kas daerah sebesar Rp1,5 miliar.
“Data per 14 April jumlah kunjungan wisatawan baru 27 ribu sedangkan targetnya 100 ribu. Untuk data lengkapnya mulai 15-17 April ini masih diolah untuk disinkronkan dulu dengan bagian pengelolaan keuangan di BPKAD,” katanya saat dihubungi melalui telepon.
Baca Juga: DPC PDI-P Jepara Adakan Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati
Lebih lanjut ia mengatakan, tidak tercapainya target tersebut disebabkan beberapa hal. Seperti banyaknya kompetitor wisata diluar dari yang dikelola oleh Pemkab. Terjadinya bencana pada momen ramadan tahun ini juga turut berpengaruh pada sektor pariwisata. Selain itu, dari delapan objek wisata yang dikelola Pemkab, dua objek yaitu Goa Tritip yang berada di Kecamatan Donorojo dan Pantai Pungkruk di Kecamatan Mlonggo belum bisa ditarik tiket wisata.
“Pantai Pungkruk masih pro kontra karena melewati jalan umum dan Goa Tritip karena keterbatasan anggaran belum kita tata,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

