BETANEWS.ID, JEPARA – Nama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Haizul Ma’arif ramai diisukan maju sebagai bakal calon bupati Jepara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 27 November 2024 mendatang. Namanya bahkan terdengar sebagai salah satu calon potensial.
Menanggapi hal tersebut, ia tidak menampik bahwa namanya cukup diperhitungkan sebagai calon bupati Jepara. Namun, ia tidak menanggapi serius hal tersebut dan lebih memilih untuk fokus sebagai anggota legislatif di DPRD Jepara.
Baca Juga: Catat Tanggalnya, Ini Jadwal Pendaftaran PPK dan PPS Pilkada 2024
“Ya, monggo (silakan) masyarakat seperti itu. Tapi saya sepertinya masih fokus di DPRD dulu,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu di Pendapa Jepara, Kamis (18/4/2024).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa beberapa pihak sudah banyak yang menawari dan mengajak untuk maju sebagai calon bupati Jepara. Namun, ia menegaskan akan tetap di DPRD Jepara. Apalagi, hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) pada Pemilu 2024 kemarin, ia berhasil mendapatkan 10.368 suara dan sudah dipastikan kembali lolos sebagai anggota DPRD.
Sebagai informasi, PPP dalam Pileg 2024 berhasil mendapatkan 139.982 suara sah. Partai tersebut juga berhasil mendapatkan sepuluh kursi di DPRD Kabupaten Jepara.
Gus Haiz, sapaan akrabnya, masuk dalam tiga besar Calon Legislatif (Caleg) dengan perolehan suara terbanyak. Dia berada di posisi ke dua setelah Lusiana Afrianti, caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) lima Jepara yang memperoleh 13.120 suara.
Baca Juga: Jabatan Pj Bupati Jepara Segera Berakhir, DPRD Usulkan Tiga Nama
Di urutan ketiga muncul caleg baru yaitu Muhammad Haidar Zaqi Umar dengan perolehan suara sebanyak 8.892. Haidar merupakan anak almarhum Imam Zusdi Ghozali, ketua DPRD Kabupaten Jepara periode 2019-2024, sebelum digantikan oleh Gus Haiz.
Sementara itu, Gus Haiz merupakan menantu Ahmad Marzuki, bupati Jepara dua periode. Meskipun begitu, nama Gus Haiz sendiri bukan satu-satunya nama dari keluarga Marzuki yang berpeluang maju dalam Pilkada. Sebab, ada nama Ibnu Hajar, anak dari Marzuki.
Editor: Ahmad Muhlisin

