31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Sejarah PP Roudhotul Tholibin, Ponpes Tahfiz Al-Qur’an Pertama di Dawe Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara azan terdengar bak alarm bagi para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Roudhotul Tholibin, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Mereka tampak langsung bergegas ke musala untuk menunaikan ibadah salat zuhur. Setelah salat berjemaah, mereka kemudian melanjutkan kegiatan mengaji bersama Gus Munawir, cucu dari pendiri Ponpes Roudhotul Tholibin.

Usai mengisi ngaji kitab, pria yang akrab disapa Munawir itu sudi berbagi cerita tentang awal mula Ponpes Roudhotul Tholibin berdiri. Menurutnya, pesantren tahfiz pertama di Kecamatan Dawe itu sudah ada sejak 1954.

“Ponpes Roudhotul Tholibin didirikan oleh Mbah Naim dan juga istrinya yang bernama Mbah Suntari. Setelah beliau wafat, pengasuh kemudian dilanjutkan oleh anaknya, yaitu Kyai Haji Abdul Mukti dan juga istrinya ibu Tsuwaibah,” terangnya, beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Sejarah Masjid Al-Makmur Desa Kriyan, Dibangun di Atas Keputren Ratu Kalinyamat

Ia juga menjelaskan, bahwa awal berdirinya ponpes tersebut berada di tengah-tengah lingkungan pedesaan yang masih awam dengan ilmu agama, terutama ilmu Al-Qur’an. Kemudian dengan telaten Mbah Niam mengajarkan ilmu agama Islam kepada masyarakat hingga akhirnya berdirilah Ponpos Roudhotul Tholibin.

Meski ponpes sudah berjalan sejak 1954, tapi bangunannya baru berdiri pada 1980. Dengan bergotong-royong, masyarakat setempat bahu membahu membangun ponpes itu.

“Karena banyaknya warga sekitar dan orang dari luar desa yang rela datang untuk ikut ngaji, bahkan hingga menginap, jadi mbah saya berinisiatif membangun pondok. Tentunya dengan bantuan serta dukungan masyarakat,” ungkapnya.

Bangunan yang berdiri pada 1980 itu hanya digunakan untuk santri putra saja. Seiring berjalannya waktu, mengingat banyaknya santri putri yang ikut mengaji, kemudian ditambahlah bangunan untuk pondok putri.

Baca juga: Sejarah Masjid Langgardalem: Dibangun Sunan Kudus, tapi Tak Digunakan untuk Salat Jumat

Hingga saat ini, Ponpes Roudhotul Tholibin sudah semakin berkembang. Tercatat saat ini ada sekitar 140 santri putri dan 80 santri putra. Bahkan, para santri yang menimba ilmu di Ponpes Roudhotul Tholibin tak hanya warga sekitar, banyak santri yang berasal dari luar Jawa.

Alhamdulillah meski terbilang tua pondok kami bisa terus eksis dan berkembang. Kalau santrinya ada yang dari Kabupaten sekitar, seperti Pati, Jepara, Demak, ada juga dari Jawa Barat, Jambi, bahkan Palembang,” katanya.

Selain berfokus pada hafalan Al-Qur’an, Ponpes Roudhotul Tholibin juga mengajarkan pelajaran kitab yang mampu menunjang kefasihan dalam membaca Al-Qur’an. Sejumlah kitab yang dipelajari di antaranya, Sorof, Tafsir, Tajwid, serta Ulumul Qur’an.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER