Banjir Kudus Rendam 3,8 Ribu Ha Sawah, Kerugian Petani Capai Rp65,7 M

BETANEWS.ID, KUDUS – Selain merendam pemukiman warga, banjir di Kabupaten Kudus juga merendam ribuan hektare tanaman padi. Akibatnya, tanaman pangan tersebut puso dan kerugian petani diperkirakan mencapai puluhan miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Perkebunan Dispertan Kudus, Agus Setiawan mengatakan, data hingga 23 Maret 2024, sawah yang terendam banjir kurang lebih 3,8 ribu hektare. Sementara yang dinyatakan puso kurang lebih 2,6 ribu hektare.

“Sementara estimasi kerugian ribuan hektare tanaman padi yang kebanjiran di Kudus kurang lebih mencapai Rp65,7 miliar,” ujar Agus saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

-Advertisement-

Baca juga: Nelangsanya Karniyanto, Padinya Tak Laku Karena Kebanjiran, Modal Rp90 Juta Melayang

Nominal tersebut, lanjut Agus, dihitung dari biaya produksi petani meliputi bibit, perawatan, semai dan pemupukan, serta estimasi hasil panen.

“Estimasi kami, kerugian biaya produksi petani kurang lebih antara Rp8-Rp 9 juta per hektarnya,” ungkap Agus.

Tanaman padi yang kebanjiran, ungkap Agus, paling banyak memang memasuki masa persemaian antara usia lima sampai 20 hari. Tanaman padi masa persemaian dan kebanjiran dipastikan puso.

“Tanaman padi yang sudah dipupuk dan kebanjiran biasanya puso, sehingga petani pun merugi biaya produksi,” bebernya.

Selain itu, lanjut Agus, ada juga padi yang terendam banjir dan memasuki masa panen, antara lain di Desa Karangrowo sebanyak 348 hektare, Desa Wates 84 hektare, dan Desa Undaan Lor 72 hektare.

Baca juga: Kebanjiran, Petani Undaan Panen Padi Gunakan Terpal, Bayang Kerugian di Depan Mata

“Tanaman padi yang memasuki masa panen lalu terendam banjir, dimungkinkan tetap bisa dipanen tetapi hasilnya turun drastis. Tak hanya itu, harganya juga anjlok,” ungkapnya.

Agus menuturkan, apabila biasanya per hektare tanaman padi itu bisa menghasilkan 7 ton gabah. Karena banjir ini, hasil panen bisa turun hampir separuhnya, di antara 4 sampai 4,5 ton saja.

“Belum lagi harganya yang dipastikan anjlok. Sebab, padi yang terendam banjir biasnya kualitasnya kurang bagus,”bebernya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER