BETANEWS.ID, KUDUS – Bencana banjir di Kabupaten Kudus, selain merendam permukiman warga juga merendam area persawahan. Bahkan, tanaman padi siap panen di Kecamatan Undaan pun turut kebanjiran.
Di area persawahan Desa Wates, Kecamatan Undaan terlihat bak lautan. Sepanjang mata memandang, yang tampak hanya air banjir yang menggenangi area persawahan.

Di tengah genangan banjir, seorang pria sedang memanen padinya yang tak lagi kuning, tapi lebih berwarna hitam karena sudah lama terendam banjir. Pria bernama Suharno (60) itu tampak memotong tiap tangkai padi menggunakan sabit dan ditaruhnya di terpal yang dibentuk menyerupai perahu. Setelah dirasa penuh, dia pun membawa padi tersebut ke jalan untuk kemudian diblower agar padi terpisah dengan tangkainya.
Baca juga: Pemkab Kudus Akan Fokus Perbaiki Jalan Rusak Akibat Banjir
Warga Dukuh Ngelo, Desa Karangrowo itu mengatakan, tanaman padinya seluas dua kotak atau sekira 2.800 meter persegi terendam banjir hampir setengah bulan. Padahal, padinya itu saat itu sudah mulai menguning.
“Karena banjir sudah mulai surut kita panen menggunakan perahu dari terpal. Setelah itu kita bawa ke jalan dan diblower untuk memisahkan padi dari tangkainya,” ujar Harno kepada Betanews.id, di sela-sela memanen padi, Selasa (26/3/2024).
Dia mengatakan, karena banjir hasil panen akan berkurang hingga separuhnya. Misal, satu kotak biasanya bisa menghasilkan satu ton, karena terendam banjir akan berkurang dan paling menghasilkan setengah ton saja.
Baca juga: 17 Ribu Ha Sawah di Demak Kebanjiran, Potensi Kehilangan Produksi Beras hingga 200 Ribu Ton
“Hal itu dikarenakan padi dimangsa keong dan tikus. Selain itu, padi yang terendam banjir susah dijual bahkan tak laku. Makanya ini saya panen sendiri,” bebernya.
Dihubungi terpisah, Camat Undaan Arif Budiyanto menyampaikan, area persawahan yang terendam banjir kurang lebih seluas 2.445 hektare di 16 desa. Sementara yang paling banyak terdampak adalah Desa Karangrowo dengan 348 hektare.
“Sawah yang terendam banjir mayoritas masa persemaian. Sebagian juga ada yang siap panen, yakni sebagian kecil di Desa Karangrowo, Wates dan Undaan Lor,” ujarnya kepada Betanews.id melalui aplikasi pengirim pesan, Selasa (26/3/2024).
Editor: Ahmad Muhlisin

