BETANEWS.ID, JEPARA – Banjir mulai menggenangi pemukiman Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara pada Jum’at (15/3/2024). Saat ini ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter.
Maskuri (39) salah satu warga terdampak banjir di Rt 4/Rw 2, Desa Dorang bercerita awal tahun 2023 lalu, bencana banjir juga terjadi di desanya. Namun pada tahun lalu, ketinggian air mencapai satu meter di pemukiman warga terjadi secara bertahap.
Baca Juga: Banjir Jepara Meluas hingga Tujuh Desa, Warga Butuh Bantuan Logistik
Sedangkan pada tahun ini, baru satu hari desanya terkena banjir, ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter di depan pemukiman warga.
“Banjir tahun ini bisa dibilang datangnya itu lebih cepat. Karena tahun lalu tinggi air satu meter itu bertahap, dua tiga hari lah. Ini baru semalam air sudah 1,5 meter,” katanya pada Sabtu (16/3/2024) saat ditemui di lokasi banjir.
Sehingga ia khawatir, banjir pada tahun ini menyamai bencana banjir yang juga pernah terjadi pada tahun 2014 lalu. Saat itu, ketinggian air di pemukiman warga mencapai dua meter.
“Tahun 2014 itu pernah banjir juga, tingginya sampai dua meter. Tiga minggu itu, air baru surut, mulai dari masuk ke rumah warga sampai di jalan keliatan aspalnya,” ujarnya.
Meskipun banjir pada tahun ini disebut lebih tinggi, namun berdasarkan pantauan di lokasi sebagian warga lebih memilih bertahan di dalam rumah. Beberapa warung sayur dan toko sembako milik warga juga terlihat masih melayani pembeli.
Namun, beberapa warga mulai mengungsi ke tempat lain dan mengevakuasi kendaraan motor ke tempat yang tidak terendam banjir. Selain dibantu menggunakan perahu karet dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, beberapa warga membuat getek (perahu) buatan dari batang pohon pisang untuk beraktivitas di tengah banjir.
Baca Juga: Banjir Desa Dorang Jepara Capai 1,5 Meter, 3.134 jiwa Terdampak
Posko kesehatan dari Puskesmas Nalumsari 1 juga mulai diterjunkan untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga. Bidan Puskesmas, Dr. Ika Hermawati mengatakan dari pukul 10.00 – 12.00 WIB, terdapat 80 warga dari berbagai usia yang datang memeriksakan kesehatan.
“Tadi yang periksa ada yang gatal-gatal, kakinya mulai kena kutu air, terus ada yang meriang, pegel linu, kalau yang lansia ini banyak yang darah tinggi,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

