BETANEWS.ID, JEPARA – Banjir di Kabupaten Jepara terus meluas. Terbaru, banjir kembali terjadi di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Ketinggian air di pemukiman warga saat ini mencapai 1,5 meter dan diperkirakan masih akan bertambah tinggi.
Kepala Desa Dorang, Arif Supratikno mengatakan terjadinya banjir akibat adanya limpahan air dari arah timur yaitu Desa Blimbing Kidul dan Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Baca Juga: Tahun Lalu Juga Diterjang Banjir, Warga Desa Batukali: ‘Lebih Parah Tahun Ini’
Untuk mencegah aliran air dari daerah hulu yang semakin deras, pintu air di Sungai SWD 2 saat ini menurutnya juga sudah dibuka dan menurut informasi air juga sudah mulai mengalir ke Sungai SWD 1.
“Namun karena air keluar tidak seimbang dengan pasokan air yang masuk sehingga sementara masih menumpuk di pemukiman warga maupun pertanian,” katanya pada Sabtu (16/3/2024) saat ditemui di Balaidesa Dorang.
Terjadinya banjir di tahun ini, menurutnya juga lebih parah dibanding banjir yang terjadi di Desa Dorang pada tahun 2023 lalu.
“Lebih parah di tahun 2024 ini karena hampir setara dengan banjir di tahun 2014. Dan ini air sudah hampir melimpas ke Tanggul Sungai Mayong,” tambahnya.
Banjir saat ini menggenangi pemukiman warga di RT 1-5/RW 2 dan RT 1-7/RW 3. Total warga yang terdampak sebanyak 3.134 jiwa dengan rincian 2.221 dewasa, 667 anak-anak, dan 286 balita.
Heri Kiswanto (39), salah satu warga RT 5 /RW 2 bercerita pada Kamis (14/3/2024) air baru menggenangi persawahan warga. Kemudian padaJum’at (15/3/2024) pagi, air mulai masuk ke perkampungan dan pada Jum’at malam mulai masuk ke dalam rumah. Terjadinya banjir pada tahun ini, menurutnya juga lebih cepat dibandingkan tahun lalu.
“Ini baru semalem ketinggian air sudah mencapai 1 meter lebih, 1,5 meter ada lah. Kalau tahun lalu kan air mencapai satu meter itu sekitar 2-3 hari nan, jadi ini lebih cepet,” tuturnya.
Namun, meskipun air semakin meninggi ia bersama enam anggota keluarganya yang lain lebih memilih untuk bertahan di dalam rumah.
“Ini rata-rata menjaga harta benda, yang penting ada tempat tidur masih aman itu ngga ngungsi karena sudah biasa kebanjiran. Tapi kalau yang dalem itu rata-rata pada ngungsi ke tempat saudara, tapi kalau ke posko pengungsian biasanya pada ngga mau,” katanya.

