BETANEWS.ID, JEPARA – Satu hari menjelang Ramadan, sepanjang jalan di samping tugu sentra kerajinan monel Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara selalu dipenuhi penjual bunga dadakan.
Bunga tersebut ramai dibeli masyarakat untuk nyadran atau berziarah ke makam keluarga. Lokasi yang dijadikan tempat berjualan juga cukup strategis karena berdekatan dengan Makam Habib Shodiq Al-Idrus.
Salah satu Penjaga Makam, Maftuhan (40), mengatakan, terdapat sekitar 20 warga sekitar yang menjadi penjual bunga dadakan setiap menjelang puasa dan Hari Raya Idulfitri.
Baca juga: Gamis Anak di Ribbie Collection Ini jadi Rebutan, Sampai Kewalahan Layani PermintaanÂ
“Penjual bunga ini sudah kayak tradisi, 18 tahun saya jadi penjaga makam setiap menjelang puasa dan lebaran pasti banyak yang jualan bunga,” katanya, Senin (11/3/2024).
Karena berdekatan dengan makam Habib, sebenarnya juga terdapat penjual bunga setiap hari Senin, Kamis, dan Jumat, tapi jumlahnya hanya empat pedagang.
“Kalau Senin, Kamis, dan Jumat itu sebenarnya ada juga yang jual bunga, tapi cuma empat. Ramainya, ya, kalau kayak gini, momen mau puasa sama mau lebaran,” ujarnya.
Salah satu penjual bunga, Sri Sugiarti (52), mengaku sudah 23 tahun menjadi penjual bunga di lokasi tersebut. Selain menjual bunga tabur, Sri juga menjual bunga tangkai beserta pot.
Satu pot berukuran kecil ia jual dengan harga Rp10 ribu, sedangkan yang besar Rp15 ribu. Sementara untuk satu ikat bunga ia jual dengan harga Rp15 ribu.
“Kalau bunga taburnya satu bungkus Rp5 ribu, isinya lima jenis, ada mawar, pandan, bunga madu merah, kenanga, dan kembang kantil,” katanya.
Baca juga: Ramadan Tiba, Penjualan Baju Muslim di Pasar Kliwon Meningkat 500 Persen
Saat momen menjelang puasa seperti sekarang, Sri biasanya mampu menjual 100 bungkus bunga dalam sehari. Ia berjualan mulai dari pagi sampai sore menjelang maghrib.
“Saya kalau tiap hari Kamis juga jualan bunga di sini. Alhamdulillah kalau mau puasa biasanya tambah ramai. Tahun ini juga lebih ramai daripada tahun lalu,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

