BETANEWS.ID, JEPARA – Kabupaten Jepara kembali meraih penghargaan Piala Adipura yang ke-16, namun gagal dalam mempertahankan Piala Adipura Kencana yang berhasil diraih pada tahun lalu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara tetap mengadakan Kirab Piala Adipura pada Kamis (7/3/2024).
Baca Juga: Baru Dua Bulan, Serapan Pupuk Urea di Jepara Sudah 41 Persen
Pembukaan kirab dimulai dari Balaidesa Gedangan, Kecamatan Welahan menuju Pendopo Kabupaten Jepara. Sama seperti kirab sebelumnya, pelaksanaan kirab kali ini tetap disambut antusias oleh anak-anak sekolah. Mereka berdiri di depan masing-masing sekolah sembari membawa bendera merah putih.
Sesampainya di Pendopo, kemudian dilakukan penyerahan piala adipura oleh pahlawan kebersihan yaitu petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kepada Pj Bupati Jepara.
“Alhamdulillah Jepara kembali mendapatkan Piala Adipura yang ke 16, terimakasih kepada seluruh warga Jepara yang sudah menjaga Jepara mendapatkan Adipura. Kedepan saya sudah sampaikan juga kepada DLH tetap ditingkatkan untuk merebut kembali Adipura Kencana,” kata Edy Supriyanta, Pj Bupati Jepara saat di Balaidesa Gedangan.
Ia menyadari bahwa untuk mempertahankan Piala Adipura Kencana membutuhkan upaya yang spesifik. Terlebih anggaran dari DLH Kabupaten Jepara menurutnya terbilang kecil dibandingkan kabupaten lain.
“Memang dalam mempertahankan ada hal-hal yang sifatnya spesifik terlebih anggaran DLH sangat sedikit dibandingkan kota-kota lain,” tambahnya.
Selain itu ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan melakukan pemilahan sampah organik dan non organik.
Baca Juga: Jumlah Korban Meninggal DBD di Jepara Naik Jadi 20 Orang
“Jepara hari ini ada 150 ton sampah yang dikelola, 42 persen harus kita jaga karena terbuat dari plastik. Sehingga ayo masyarakat harus bisa memilah sampah organik dan non organik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga dibagikan bantuan sosial dari Baznas Kabupaten Jepara kepada sekitar 400 petugas kebersihan dengan total uang Rp67.650.000,- serta paket sembako.
Editor: Haikal Rosyada

