BETANEWS.ID, JEPARA – Jumlah kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jepara terus bertambah menjadi 20 orang. Dengan rincian, 16 pasien anak-anak dan empat pasien dewasa.
Sedangkan untuk pasien yang dinyatakan positif DBD atau mengalami Dengue Shock Syndrom (DSS) sebanyak 156 pasien. Dan yang menjadi tersangka atau suspect sebanyak 884 pasien. Sehingga total tingkat Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) terhadap DBD mencapai 1.058 pasien.
Baca Juga: Harga Beras Mulai Turun, Harga Sayur dan Telur di Jepara Malah Naik
Dengan bertambahnya jumlah kasus pasien DBD, Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan bantuan losion atau krim anti-nyamuk senilai Rp21 juta. Bantuan tersebut diserahterimakan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Rabu (6/3/2024).
Ketua PMI Kabupaten Jepara Sutedjo S. Sumarto menyerahkan bantuan tersebut, didampingi Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinkes Jepara dr. Eko Cahyo Puspeno kepada perwakilan Kantor Kemenag Jepara dan Disdikpora Jepara.
Sutedjo menyampaikan krim antinyamuk yang diserahkan terdapat tiga jenis kemasan. Yaitu losion dalam botol sejumlah 1.040, saset sebanyak 15.408, dan kemasan tube 118.
Selain dari PMI Jepara, bantuan tersebut juga berasal dari PMI Kota Semarang. “Dari PMI Kota Semarang sebanyak 1.000 botol losion. Lainnya dari PMI Kabupaten Jepara,” ujarnya.
Sementara untuk teknis pendistribusian, Plh Kepala Dinkes Jepara dr. Eko menyerahkannya kepada Kantor Kemenag dan Disdikpora. Ia meminta agar losion-losion tersebut dibagikan kepada murid tingkat SD maupun MI sampai jenjang ke bawah. Sebab persebaran kasus DBD saat banyak didominasi oleh usia anak.
Baca Juga: Tak Kuat Nanjak, Truk Muatan Kayu Terbalik di Jembatan Cinta Jepara
“Ada Kecamatan Pecangaan dengan Desa Troso yang kasus DBD-nya tertinggi. Misal bisa mencukupi masuk ke kecamatan lain yang juga tinggi,” katanya.
Bantuan tersebut ditarget dapat tersalur ke semua sekolah maksimal sampai besok. Sehingga pada Jumat (8/3/2024) sudah dapat dimanfaatkan secara serentak.

