BETANEWS.ID, KUDUS – Bunga artifisial warna-warni terlihat memenuhi sebuah stand Tradisi Dandangan. Warnanya yang mencolok seperti menarik banyak orang untuk mampir, baik untuk melihat-lihat atau bahkan membeli.
Semua orang yang mampir itu tampak dilayani dengan sepenuh hati oleh, sang penjual, yakni Suwarno. Beberapa kali, ia juga tampak sibuk merangkai bunga dalam pot yang segera dibawa pulang pembeli.
Meski lapaknya cukup ramai, tapi Suwarno tak berani bawa banyak barang dalam Tradisi Dandangan kali ini. Menurutnya, pasar bunga artfisial akhir-akhir ini sedang lesu.
Baca juga: Berburu Kapal Otok-otok, Mainan Legendaris yang Ada di Dandangan
“Kali ini nggak bawa banyak barang cuma bawa dua jenis bunga hias. Bunga Sakura dan Anggrek saja, karena di mana-mana memang lagi sepi pembeli. Jadi, ngirit biaya ongkosnya,” ujar laki-laki asli Pasuruan, Jawa Timur itu.
Dirinya juga menambahkan, untuk tangkai bunganya dibuat sendiri sedangkan untuk bunganya dia beli dari pasar secara grosir. Kemudian untuk vas bunga diisi dengan teraso atau kepingan marmer dahulu sebelum diisi sejumlah bunga hias.
“Bunga hias saya jual mulai Rp15 ribu. Ada juga yang Rp50 ribuan dan Rp150 ribu tergantung besar kecilnya ukuran bunga hias,” bebernya, Selasa (5/3/2024).
Dalam pengamatannya, Dandangan tahun ini tak seramai sebelumnya yang setiap harinya mampu menjual hingga kurang lebih 50 pot bunga hias. Namun, meski begitu, Dandangan biasanya ramai saat Sabtu malam Minggu.
Baca juga: Emak-Emak Pasti Suka, Harga Perabotan Dapur di Dandangan Ini Mulai Rp15 Ribu
“Malam Minggu kemarin ramai tapi sayangnya agak hujan sebentar. Jadi, ya gitu pada buru-buru,” ucap Suwarno.
Suwarno mengaku sudah puluhan tahun menjajakan produk bunga hiasnya di dandangan. Hanya dua tahun saja dirinya absen di dandangan lantara covid-19, beberapa tahun lalu.
“Pas covid-19 kemarin libur nggak ada dandangan,” tambahnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

