BETANEWS.ID, KUDUS – Salah seorang pedagang tampak sibuk membersihkan perabotan dapur jualannya dari debu-debu yang menempel. Barang-barang seperti panci, rantang, teko, hingga teflon tampak dipisahkan sesuai jenisnya meski harus tumpuk-tumpukan. Namun, setiap ada calon pembeli datang, barang-barang itu kemudian berserakan kembali setelah dipilih-pilih.
Meski kembali berserakan, wajah penjualnya, Nurkhanif, terlihat semringah karena dagangannya laku. Apalagi, ia sudah menanti-nantikan Tradisi Dandangan yang sudah ia ikuti selama puluhan kali itu.

“Jualan di dandangan sudah 15 tahunan, dari awal memang jualannya gerabah,” terang Khanif saat ditemui, Senin (4/3/2024).
Baca juga: Serunya Berburu Mainan Tradisional di Dandangan Kudus, Serasa Kembali ke Masa Kecil
Peralatan dapur yang ia jual itu berbahan stainless asal Pasuruan, Jawa Timur. Harganya juga cukup terjangkau yakni mulai Rp15 ribu, Rp30 ribu 2 biji, hingga Rp85 ribu, tergantung ukuran dan bahannya
Meski sudah bertahun-tahun berjualan di Dandangan, dirinya mengungkapkan jika mengalami penurunan penjualan dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Khanif menuturkan, penurunan tersebut dirasakan setelah Covid-19 beberapa tahun lalu.
“Kayaknya lebih ramai tahun-tahun sebelumnya, pas sebelum Covid-19. Pernah merasakan ramainya dandangan itu, ya, sebelum covid kemarin. Mungkin karena bahan pokok sekarang pada naik semua juga,” ucap laki-laki asal Pasuruan, Jawa Timur.
Baca juga: Perputaran Uang di Tradisi Dandangan Ditarget Rp15,5 MiliarÂ
Khanif melanjutkan, dia memang sudah sering berjualan gerabah stainless di acara-acara di luar kota, sehingga, dirinya sudah terbiasa bekerja jauh dari rumah halaman.
“Selain di dandangan juga datang ke acara-acara besar lainnya,” tambah Khanif.
Editor: Ahmad Muhlisin

