31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Berburu Kapal Otok-otok, Mainan Legendaris yang Ada di Dandangan

BETANEWS.ID, KUDUS – Siapa yang dulu pernah main kapal otok-otok? mainan kapal jadul dengan suara khas yang legendaris. Biasanya mainan tersebut dimainkan di baskom atau ember dan menjadi tontonan anak-anak.

Memang gampang-gampah susah untuk menemukan penjual kapal otok-otok. Namun, keberadaan penjual mainan legendaris tersebut biasanya dapat ditemui di even-even besar, termasuk Dandangan di Kudus.

Baca Juga: ‘Hantu Pocong’ di Dandangan Ini Bukannya Bikin Takut Malah Ramai Diajak Foto

-Advertisement-

Kapal mainan dengan beragam warna itu tertata rapi diatas meja lapak Dandangan. Disampingnya, kapal sedang berlayar dengan suara khasnya di baskom berwarna hijau. Sementara itu, terlihat salah seorang pembeli sedang sibuk memilih kapal yang hendak dia beli.

Fatoha, penjual mainan kapal legendaris berkisah jika bentuk mainan yang berasal dari Cirebon tersebut tak mengalami perubahan berarti sejak zaman dulu.

“Kapal otok-otok tidak pernah berubah desainnya, paling ukurannya saja yang berubah. Tapi, kalau untuk bentuknya sama dari tahun 1950an,” jelasnya.

Dia menjelaskan, produk kapal otok-otok itu merupakan buatan warga Jemaras, Jawa Barat. Kapal otok-otok sendiri terbuat dari bahan seng yang dibentuk menyerupai kapal beserta pengendaranya.

“Kalau beli kapal otok-otok nantinya sudah dapat kapas dan minyak goreng. Karena, cara memainkannya menggunakan bahan bakar minyak goreng,” ungkap Fatoha.

Harga kapal otok-otok yang dijualnya tergolong variatif, Rp20.000 untuk ukuran kecil, dan Rp30.000 untuk yang besar.

“Ikut acara dandangan sejak tahun 2007 lalu, sudah lebih dari 10 tahun. Dari awal memang jualannya kapal otok-otok, dulu harganya masih Rp5-10 ribuan,” ujarnya.

Baca Juga: Kudus Raih Adipura 2 Kali Beruntun, Pj Bupati: ‘Ini untuk Masyarakat dan Pahlawan Kebersihan’

Dirinya menambahkan, untuk memainkan kapal otok-otok tidak menggunakan bahan bakar bensin ataupun spirtus lantaran berbahaya jika dimainkan. Karena, api yang dihasilkan terlalu besar sehingga mampu membakar kapal mainannya.

“Nggak boleh kalau selain minyak goreng, bensin dan spirtus apinya terlalu besar jadi bahaya,” ucapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER