31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Mencicipi Pukis Mas Iwan di Dekat Museum Kretek yang Laku hingga 800 Biji Sehari 

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pembeli tampak datang silih berganti di lapak Kue Pukis Mas Iwan di Pertigaan eks Coca-Cola atau sebelah Selatan Museum Kretek, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Banyak dari mereka tampak membeli banyak kue bertekstur lembut yang diwadai dalam mika itu. 

Cepat habisnya pukis itu membuat pemilik lapak, Galih Setiawan, seperti tak berhenti memasak pukis dalam dua cetakan. Tangannya itu terlihat cekatan mengolah dan menuang adonan sampai matang. 

Iwan sedang membuat pukis di lapaknya di Pertigaan eks Coca-Cola atau sebelah Selatan Museum Kretek, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Foto: Kaerul Umam

Pria yang akrab disapa Iwan itu mengatakan, mulai buka lapak pukul 5.00 WIB. Karena selalu ramai, dalam sehari ia bisa membuat adonan 8-10 kilogram dan ludes terjual. Di tempatnya, Iwan menyediakan varian orisinal dan pandan. Kemudian untuk topping ada cokelat dan keju.

-Advertisement-

Baca juga: Murah Banget! Jajanan Cipak Koceak di Nganguk Kudus Ini Harganya Cuma Gopek 

“Pernah juga sampai 15 kilogram adonan dalam sehari, tergantung cuaca dan kondisinya. Saat ini kalau penjualan sehari paling tidak 100 mika, di mana satu mika berisi 8 biji pukis (laku 800 biji),” bebernya, Sabtu (3/2/2024). 

“Kalau di sini hampir rata, semua varian diminati oleh pembeli. Untuk harga setiap mika Rp10 ribu. Saya juga melayani pesanan misal ada acara arisan maupun pengajian,” tutur bapak dua anak tersebut.

Baca juga: Rekomendasi Toko Donat di Kudus yang Harganya Mulai Rp2.500, Buka Mulai Jam 6 Pagi 

Ia mengaku, awal berjualan butuh waktu lama untuk dikenal masyarakat. Selang dua bulan, akhirnya penjualan pun merangkak naik. Awalnya, setiap harinya ia menghabiskan 2 kilogram adonan dan kini bisa naik sampai empat hingga lima kali lipat. 

“Meski tidak setiap hari, tapi untuk pembeli itu dari berbagai daerah, seperti Kudus, Jepara, Pati, Demak, dan Semarang. Kalau ramai itu saat akhir pekan, karena banyak orang berlibur dan berolahraga lewat jalan ini,” jelasnya. 

Editor: Ahmad Muhlisin 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER