BETANEWS.ID, DEMAK – Ruas Jalan Pantura Kudus-Semarang, tepatnya di Kecamatan Karanganyar, Demak, saat ini masih terendam banjir. Banjir yang menimpa sejak Kamis (8/2/2023) lalu itu sudah berangsur-angsur surut.
Namun, tak jarang, pengendara sepeda motor memutar balik kendaraan karena kondisi air yang masih cukup tinggi. Salah satunya adalah Noor Ihwan, pengendara yang tak jadi melintas di jalur tersebut karena takut akan resiko kecelakaan dan ketinggian air yang masih tinggi.
Baca Juga: Update Banjir Demak: Jalur Mijen-Welahan Sudah Kering, Lobang Jalan Mulai DitambalÂ
Menurutnya, banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan dan berlubang di sana. Ia juga melihat ada banyak pengendara jatuh dari motor yang disebabkan jalan berlubang tak terlihat.
“Takut mogok, juga takut berisiko. Karena banyak lubang jalan yang tidak kelihatan. Banyak yang jatuh tadi, ada yang kembali ada yang meneruskan perjalanan. Kalau yang mogok banyak sekali,” katanya saat ditemui di lokasi, Jumat (16/2/2024).
Ia menuturkan, kondisi banjir yang masih menggenangi Jalan Pantura itu dengan ketinggian paling tinggi di atas lutut orang dewasa. Titik genangan air paling tinggi itu berada di daerah Djarum Kedungbanteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Demak.
“Paling tinggi di sekitar Djarum Kedungbanteng sampai Balai Desa Wonorejo. Tapi truk-truk besar masih bisa jalan,” ungkap warga Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak itu.
Baca Juga: Tanggul Sungai Jeratun yang Jebol di Ngemplik Wetan Mulai Ditambal
Menurutnya, banjir per hari ini, Jumat (16/2/2024) ini sudah surut sekitar 20-30 centimeter, jika dibandingkan dengan hari Kamis (15/2/20204). Ia berharap, agar banjir di sana secepatnya semakin surut. Supaya warga masyarakat bisa beraktivitas kembali.
“Paling parah saat ini di daerah Norowito yang dekat dengan bobokan tanggul, air tidak bisa keluar. Kalau tidak disedot tidak bisa keluar airnya. Saat ini untuk ketinggian masih sebokong,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

