31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Tanggul Sungai Jeratun yang Jebol di Ngemplik Wetan Mulai Ditambal

BETANEWS.ID, DEMAK – Tumpukan tanah tampak menutup jalan yang berada tepat di titik jebolnya tanggul Sungai Jeratun di Desa Ngemplik Wetan, RT 1 RW 1, Kecamatan Karanganyar Demak, Jumat (16/2/2024). Di sana, tampak banyak warga mendorong kendaraan bermotornya karena nekat melewati jalan tersebut.

Sebelum ke titik lokasi itu, di sebelah utara masih ada lokasi genangan air kurang lebih setinggi 50 cemtimeter. Sejumlah kendaraan bermotor yang nekat menerjang air pun ada sebagian yang mogok. Sementara di sebelah selatan, ada juga jalan yang masih tergenang air setinggi 50 centimeter.

Baca Juga: Awas Kena Prank! Pantura Demak-Kudus Belum Bisa Dilewati Motor

-Advertisement-

Tak lama, excavator pun datang ke lokasi tanggul jebol. Sejumlah pekerja yang ada di sana, tidak bersedia saat dimintai keterangan terkait pengerjaan itu.

Satu di antara warga yang ikut melihat proses perbaikan tanggul yakni Abdul Wahid, warga RT 1 RW 1, Gang 3, Desa Ngemplik Wetan, Karanganyar, Demak itu sudi berbagi informasi. Menurutnya, ada tiga titik tanggul yang jebol. Namun, lokasi tersebut yang paling parah.

“Paling parah ya ini. Jebolnya sekitar 20 meter mungkin. Kalau yang satu dekat pasar saya kurang tahu. Satu lagi katanya ada di sebelah selatan, tapi saya belum lihat,” katanya.

Ia juga menambahkan, bahwa saat ini sudah banyak warga yang mulai pulang ke rumah. Tapi ada juga warga yabg belum pulang karena rumahnya masih tergenang air.

“Yang sudah pulang banyak, terutama rumah yang di pinggir jalan. Kalau yang di belakang masih banjir, dilihat dari sini juga kelihatan,” ungkapnya sambil menunjuk rumah yang masih terendam air.

Sementara di Jalan Pantura Kudus-Semarang sampai saat ini belum bisa dilewati. Sebagian genangan banjir di beberapa titik masih cukup tinggi, di samping itu beberapa kendaraan bermuatan pun hingga saat ini masih berada di jalur Pantura dan belum di evakuasi. Sehingga jalan di sana belum bisa dilalui kendaraan.

Bahkan, beberapa kendaraan bermotor yang memaksa menerjang banjir dengan ketinggian sekitar 60-70 sentimeter mogok. Salah satu pengendara yang memaksa menerjang banjir itu adalah Harsono. Warga Temanggung itu menjelaskan ingin ke rumah temannya yang berada di Kudus.

Baca Juga: Banjir Demak Surut, Sebagian Warga Mulai Tengok dan Bersihkan Rumah

Lantaran tidak mengetahui jalur alternatif, akhirnya pria yang mengendarai SupraX 125, nekad menerobos banjir yang masih cukup tinggi. Akibatnya, motor yang ia kendarai mogok di tengah banjir.

“Sebenarnya sudah tahu kalau banjir. Cuman kan kurang tahu lewat jalur alternatif, jadi terpaksa nerobos. Tadi juga sempat tanya warga lain katanya bisa dilalui, tapi saya coba ternyata mogok,” bebernya, Jumat (16/2/2024).

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER