BETANEWS.ID, DEMAK – Debit banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak mulai berkurang cukup signifikan di hari keenam. Meski begitu, Jalan Pantura Demak-Kudus masih lumpuh dan terendam setinggi dada orang dewasa.
Hal ini terlihat dari median jalan yang tadinya terendam banjir cukup tinggi saat ini hanya sebetis saja. Bahkan, beberapa orang mulai berjalan di atas median untuk melihat banjir lebih jauh ke Barat.
Namun, untuk banjir di Jalan Pantura masih cukup dalam. Truk-truk yang terjebak banjir pun belum dapat dievakuasi dan masih ditinggalkan para sopirnya.
Baca juga: Banjir di Cangkring Demak Semakin Tinggi Capai 1 Meter
Beberapa warga terlihat mulai menerjang banjir dengan berjalan kaki untuk melihat rumahnya. Satu di antaranya adalah Ahmad Fauzi. Dia menyampaikan, banjir kemarin sempat naik tapi hari ini sudah surut. Surutnya sekitar lebih 50 centimeter.
“Meski surut, ketinggian banjir di rumahku masih 2 meter. Masih cukup tinggi, sehingga keluarga masih mengungsi di Kudus,” ujar Fauzi, Selasa (13/2/2024).
“Banjir di Jalan Raya Pantura Demak-Kudus masih tinggi, sedada ini,” ujarnya sembari melihatkan ketinggian air ke dadanya.
Hal senada juga disampaikan Santiko. Warga Dukuh Norowito, Desa Ketanjung itu mengatakan bahwa banjir memang sudah surut cukup banyak dibanding hari pertama lalu.
Baca juga: Sawah Siap Panen Kebanjiran, Warga Cangkring Demak Merugi hingga Miliaran Rupiah
“Banjir sudah surut sekira satu meter. Tapi, ketinggian banjir di rumahku masih tinggi. Rumahku masih hanya terlihat gentingnya saja. Sebab, jebolan tanggul itu paling dekat dari kampung kami,” ujarnya.
Dia pun berharap, penambalan tanggul Sungai Wulan yang jadi biang kerok terjadinya banjir segera selesai, serta tak ada lagi hujan, sehingga banjir bisa segera surut.
“Biar saya dan keluarga bisa segera pulang ke rumah dan kembali bekerja,” harapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

