31 C
Kudus
Senin, Februari 26, 2024

Sawah Siap Panen Kebanjiran, Warga Cangkring Demak Merugi hingga Miliaran Rupiah 

BETANEWS.ID, DEMAK – Petani di Desa Cangkring, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak harus gigit jari karena padi siap panen terendam banjir. Bahkan, total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Musibah ini tentu menambah sengsara warga karena banjir juga melanda permukiman.

Salah satu petani, Yanto, mengungkapkan, saat ini harusnya petani bisa memanen padi di saat harga yang sedang melonjak. Namun, hal itu tak bisa tercapai, karena kondisi banjir mencapai 1 meter, hingga mengakibatkan gagal panen.

“Kalau keseluruhan bisa sampai miliaran. Masalahnya di sini mayoritas mau dipanen, tapi keadaan alam berkata lain, jadi puso. Memang sudah siap panen sebenarnya, tapi mau gimana, namanya juga musibah,” bebernya saat ditemui di lokasi banjir, Selasa (13/2/2024).

Baca juga: Banjir di Cangkring Demak Semakin Tinggi Capai 1 Meter

Yanto punya lahan seluas 2.250 meter persegi atau setengah bakon (istilah masyarakat setempat) yang siap panen dan sudah ditawar oleh tengkulak.

“Punya saya sebenarnya sudah ditawar oleh tengkulak dan sudah deal harga itu sekitaran harga 13-14 juta. Panen harusnya hari ini sudah siap dipotong, tapi kondisinya sekarang tidak bisa dan tenggelam. Kemungkinan tiga hari lagi padi sudah puso,” keluhnya.

Hal sama juga dirasakan oleh Noor Yanto. Warga Desa Cangkring RT 1 RW 3 itu juga harus merugi sekitar Rp24 juta. Lahan padinya yangs iap panen cukup luas yaitu sekitar 4.500 meter persegi (sebakon).

“Harusnya panen tanggal 20 Februari ini, tapi dengan kondisi sekarang ya, tidak bisa. Untuk harga padi yang sedang melonjak seperti saat ini, perkiraan kerugian sampai Rp24 juta,” jelasnya.

Baca juga: Menteri Basuki Tepati Janji, Normalisasi Sungai Wulan Mulai April, Anggaran Rp1,4 T 

Beberapa kerabat dan keluarga, kata pria yang akrab disapa Gowang, itu juga mengalami kerugian. Menurutnya, ada yang memiliki lahan 2 bakon dan 2,5 bakon.

di sisi lain, saat ini dia masih bertahan di rumah dengan ketinggian air yang mencapai 50 centimeter atau selutut orang dewasa. Ia mengaku, alasannya tidak mengungsi karena menjaga hewan ternak dan menjaga orang tua di rumah.

“Selain itu juga menjaga harta benda, karena saat ini beredar isu rumah korban banjir disatroni maling,” terang pria berusia 34 tahun tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER