Cerita Siti Terjang Banjir Seleher untuk Sampai Posko Pengungsian

BETANEWS.ID, DEMAK – Beberapa orang tampak sedang beristirahat dengan raup wajah sedih di pengungsian yang didirikan oleh Badan Penanggualan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, di jembatan Tanggulangin. Termasuk seorang wanita yang mengenakan dress hitam bernama Siti Sholehah.

Saat ditemui, Siti menceritakan, awal dirinya menerjang banjir dengan kedalaman air hingga seleher menuju pengungsian. Hal itu disebabkan, karena banjir yang semakin tinggi hingga masuk ke rumahnya.

Baca Juga: Mengungsi di Warung Bakso, 50 Korban Banjir Karanganyar Demak Luput dari Bantuan

-Advertisement-

“Karena kita tidak mengira, banjir bisa sedalam dan setinggi ini airnya. Sebelumnya tidak pernah terjadi banjir yang sebesar ini. Terakhir kali banjir itu sejak tahun 1992, tapi tidak sebesar ini,” ungkapnya, Jumat (9/2/2024).

“Saat menuju pengungsian ini berjalan kaki walau banjir setinggi leher. Karena kita ingin secepatnya menyelamatkan diri dengan meninggalkan harta benda yang masih tertinggal. Saat ini juga masih banyak warga yang berada di atap dan butuh bantuan evakuasi,” ujarnya.

Ia menuturkan, sampai saat ini ketinggian air sampai saat ini di rumahnya bisa mencapai hingga 4 meter. Hal itu karena kiriman air dari jebolnya tanggul yang semakin melebar. Sehingga air terus masuk ke pemukiman warga Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Demak, Kamis (8/2/2024).

“Tiba di pengungsian ini sejak kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB. Semua anggota keluarga semua berada di sini dan beberapa tetangga juga banyak yang mengungsi di sini,” tuturnya.

Siti mengaku, tak sempat menyelamatkan harta benda yang berada di rumah dengan ketinggian air yang semakin tinggi. Beberapa harta benda yang masih berada di rumahnya itu seperti, sertifikat tanah, empat sepeda motor, empat televisi, dua kulkas, dan dua sepeda.

Baca Juga: Evakuasi Warga Korban Banjir Demak Terkendala Arus, 4 Perahu Relawan Sempat Terbalik

“Saya tidak tahu kerugian nilainya sampai berapa mas. Intinya empat motor itu Nmax, Vario, Mio, dan Shogun. Serta uang yang masih berada di rumah, saya lupa jumlahnya,” terangnya.

“Kesini hanya membawa pakaian ini saja dan dompet. Jadi semua harta benda tidak bisa diselamatkan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER