Mendikdasmen Luncurkan Pembelajaran STEM di PAUD Kudus, Anak Belajar Sains dari Benda Sekitar

BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meluncurkan program pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di PAUD Terpadu Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus, Kamis (3/9/2026). Dalam program tersebut, anak-anak dikenalkan dengan sains dan matematika melalui permainan serta benda-benda di lingkungan sekitar.

Peluncuran STEM itu menjadi bagian dari program nasional untuk anak usia dini. Program tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah memperkuat minat dan kemampuan anak di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika sejak usia PAUD.

Abdul Mu’ti mengatakan, pengenalan STEM kepada anak PAUD tidak berarti mereka harus belajar dengan teori yang rumit. Anak justru perlu diberi kesempatan untuk bermain, mengamati, mencoba, dan menemukan sesuatu secara langsung.

-Advertisement-

“Yang kita luncurkan pada pagi hari ini adalah program STEM nasional untuk anak-anak TK. Di Kudus, pembelajaran ini telah dikembangkan di sekitar 40 PAUD dan TK, PAUD Terpadu Kalirejo satu di antaranya,” kata Mu’ti kepada awak media di PAUD Terpadu Kalirejo, Kabupaten Kudus.

Menurutnya, program tersebut dikembangkan dengan konsep 5M, yakni mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful. Konsep itu membuat pembelajaran STEM lebih dekat dengan dunia anak sehingga proses belajar dapat berlangsung secara menyenangkan.

Baca juga : 12 Atlet Anggar Kudus Bidik Dua Emas di Porprov Jateng 2026

“Penerapan STEM pada jenjang PAUD juga menggunakan pendekatan holistik integratif. Anak tidak hanya didorong mengembangkan kemampuan kognitif, tetapi juga rasa ingin tahu, kemampuan bereksplorasi, serta nilai dan karakter melalui kegiatan bermain,” bebernya.

Ia mendorong agar pembelajaran STEM lebih banyak memanfaatkan alam dan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Anak usia PAUD dan TK masih berada dalam tahap berpikir konkret sehingga mereka lebih mudah memahami sebuah objek dengan melihat, menyentuh, dan membuktikannya melalui pancaindra.

“Cara tersebut juga akan membuat anak lebih dekat dengan lingkungan tempat mereka tumbuh. Dari kedekatan itu diharapkan tumbuh rasa ingin tahu sekaligus kecintaan terhadap alam yang mendorong anak terus bereksplorasi,” jelasnya.

Kepala PAUD Terpadu Kalirejo, Sumiyati, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan program pembelajaran STEM. Menurutnya, program tersebut terbukti menjadikan anak-anak semakin senang mengikuti kegiatan pembelajaran.

“Program STEM ini sangat bagus. Terbukti, anak-anak jadi lebih banyak bereksplorasi karena alat dan bahan yang digunakan merupakan benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Sumiyati.

Ia menuturkan, alat dan bahan yang digunakan juga sengaja dipilih dari benda-benda yang mudah ditemukan dan tidak membutuhkan biaya besar. Anak-anak diajak mengenali ciri-ciri benda yang mereka temukan di lingkungan sekitar.

Mereka kemudian belajar mengetahui fungsi benda, merencanakan pemanfaatannya, hingga mengeksplorasi dan mengolahnya menjadi karya sesuai dengan kreativitas masing-masing.

“Anak-anak bermain STEM-nya mulai dari mengetahui ciri-ciri benda yang mereka dapatkan dari sekitar, kemudian mengetahui fungsi benda tersebut,” ungkapnya.

Dari kegiatan bermain tersebut, lanjutnya, anak-anak juga mulai dikenalkan dengan konsep matematika. Proses belajar menjadi lebih cair karena anak tidak merasa sedang menerima pelajaran, melainkan menikmati permainan sambil mencoba dan menemukan sesuatu.

“Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah. Anak-anak dapat membawa kebiasaan mengamati, mencoba, dan berkreasi itu ke rumah maupun tempat lain dengan memanfaatkan benda yang mereka temukan,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER