BETANEWS.ID, KUDUS — Kontingen anggar Kabupaten Kudus mulai menggeber persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Sebanyak 12 atlet dipersiapkan untuk bertanding dengan target membawa pulang dua medali emas.
Dua emas tersebut dibidik dari nomor foil individu dan foil beregu putra. Target ini sekaligus menjadi tantangan bagi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kudus untuk memperbaiki hasil yang diraih pada Porprov sebelumnya.
Ketua IKASI Kudus sekaligus Pelatih Kepala Anggar Kudus, Imam Kuncoro, mengatakan pemusatan latihan atau training camp (TC) telah berlangsung sejak Agustus 2026. Para atlet menjalani latihan empat kali dalam sepekan, masing-masing pada Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu.
Pemusatan latihan tersebut diarahkan untuk membangun kesiapan atlet dari berbagai aspek. Selain kondisi fisik, program latihan juga menyasar teknik dan kecepatan yang menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan di Porprov.
“Persiapan sudah lebih dari 60 persen. Kami terus meningkatkan fisik, teknik, dan kecepatan atlet,” kata Imam saat ditemui di lokasi latihan di Aula AMP Muhammadiyah 1 Kudus, belum lama ini.
Dari 12 atlet yang masuk dalam persiapan Porprov, tim putra akan mengikuti tiga nomor pertandingan, yakni foil, epee, dan sabel. Sedangkan tim putri akan turun pada nomor foil atau floret serta epee.
Baca juga : 7 Tahun ASTI Kudus, 500 Talenta Muda Disiapkan Menuju Sepak Bola Profesional
Dari sejumlah nomor tersebut, foil menjadi tumpuan utama IKASI Kudus untuk mengejar medali emas. Persiapan pada nomor ini pun mendapat porsi perhatian lebih karena menjadi sektor yang diharapkan mampu memenuhi target prestasi.
“Target kami dua emas dari nomor foil, individu dan beregu putra,” ujar Imam.
Target tersebut diharapkan bisa melampaui raihan kontingen anggar Kudus pada Porprov 2023. Saat itu, atlet anggar Kudus membawa pulang lima medali, terdiri atas dua perak dan tiga perunggu.
Porprov 2026 sekaligus menjadi penampilan keempat cabang olahraga anggar Kudus di ajang tersebut. Dari keikutsertaan sebelumnya, anggar Kudus tercatat selalu berhasil menyumbangkan medali.
Saat Porprov berlangsung di Banyumas, kontingen anggar Kudus meraih dua medali perak dan tiga perunggu. Prestasi terbaik kemudian ditorehkan ketika Porprov digelar di Solo dengan raihan dua emas, satu perak, dan dua perunggu.
Sementara ketika Kudus menjadi tuan rumah Porprov, atlet anggar daerah ini kembali mencatatkan hasil positif dengan mengoleksi dua medali perak dan tiga perunggu. Catatan tersebut menjadi modal sekaligus motivasi bagi para atlet untuk kembali bersaing memperebutkan podium pada 2026.
Dari sisi komposisi, sebagian besar atlet yang dipersiapkan untuk Porprov sudah berusia 18 tahun atau lebih. Hanya dua atlet yang masih berstatus pelajar, masing-masing duduk di bangku SMP dan SMA.
“Yang masih pelajar hanya dua. Satu tingkat SMP dan satu tingkat SMA,” jelas Imam.
Pembinaan terhadap atlet usia muda pun tetap berjalan di tengah persiapan Porprov. Salah satu atlet yang masih duduk di SMP bahkan telah mengenal anggar sejak kelas 4 SD dan kini sudah memenuhi ketentuan usia untuk tampil di Porprov.
Persiapan menuju Porprov bukan tanpa kendala. Padatnya aktivitas atlet selama Agustus membuat jadwal latihan belum bisa berlangsung secara maksimal, meski IKASI Kudus tetap berupaya menjaga intensitas latihan agar kondisi para atlet terus berkembang.
Imam juga menekankan pentingnya kehadiran atlet dalam setiap sesi latihan. Bahkan, atlet yang sedang berada di luar kota tetap diminta kembali mengikuti latihan pada Sabtu.
“Kami tetap meminta semua atlet hadir latihan hari Sabtu, meskipun ada yang berada di luar kota,” ungkapnya.
Persoalan lain yang masih dihadapi adalah keterbatasan peralatan latihan. IKASI Kudus saat ini memiliki sekitar 25 senjata anggar untuk menunjang latihan sekitar 60 atlet aktif, sehingga peralatan tersebut harus digunakan secara bergantian.
Kondisi itu membuat pola latihan disesuaikan dengan kelompok usia dan kemampuan masing-masing atlet. Pembinaan juga masih ditangani oleh tiga pelatih yang harus mendampingi sekitar 60 atlet aktif.
Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah daerah dan KONI Kudus terus diperkuat, khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana latihan. Menurut Imam, fasilitas yang lebih memadai akan membantu proses pembinaan sekaligus meningkatkan peluang atlet Kudus meraih prestasi di Porprov Jateng 2026.
“Kami berharap peralatan yang dibutuhkan bisa terpenuhi karena perkembangan anggar di Kudus semakin baik,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

