Taman Ria Colo Bakal Disulap Jadi D’tjolo Eco Park, Balon Udara Jadi Pertama di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Wajah Taman Ria Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, bakal berubah total. Objek wisata yang sebelumnya dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus itu kini berpindah tangan dan dikelola pihak ketiga atau swasta.

Melalui penataan oleh pihak ketiga, Taman Ria akan ditata ulang dengan konsep yang mengembalikan nuansa asri bernama D’tjolo Eco Park. Sejumlah pembenahan mulai disiapkan, mulai dari penghijauan, taman bunga, wahana keluarga, hingga penambahan fasilitas penunjang.

Direktur Pijar Park, Yusuf, mengatakan konsep utama yang akan dikembangkan adalah mengembalikan karakter Taman Ria Colo sebagai tempat wisata yang teduh dan banyak pepohonan.

-Advertisement-

Menurutnya, kondisi Taman Ria Colo saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan ketika dirinya masih kecil. Karena itu, pihaknya ingin menghidupkan kembali suasana lama yang menurutnya menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

“Colo yang dulunya asri, banyak pohonnya, tamannya juga banyak tanaman bunga, nanti akan kita kembalikan seperti semula. Seperti zaman saya waktu kecil, karena dulu saya juga bermain di situ,” ujar Yusuf.

Ia menyebut sejumlah fasilitas di Taman Ria Colo saat ini dalam kondisi kurang terawat. Bahkan, beberapa wahana yang ada sudah tidak dapat difungsikan.

Baca juga : Liburan Sekolah, Joglo Dopang Jadi Destinasi Wisata Idaman di Kudus

“Bukan mulai dari nol, karena barangnya sudah ada, tetapi banyak yang tidak bisa dipakai. Jadi harus kita buka, kita bikin baru lagi,” katanya.

Dalam penataan awal, pihaknya akan memperbanyak ruang terbuka hijau dan taman bunga. Konsep tersebut diharapkan mampu mengembalikan kesejukan kawasan sekaligus menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

Yusuf bahkan membayangkan Taman Ria Colo nantinya memiliki konsep wisata yang menonjolkan keindahan bunga, sehingga pengunjung bisa datang untuk menikmati suasana alam sekaligus berswafoto.

“Kalau ada bayangan kami, seperti di Celosia, main bunga saja. Kami baru mencoba bunga apa yang bisa hidup di sini, karena tidak setiap bunga bisa hidup di sini,” ungkapnya.

Selain taman bunga, sejumlah wahana juga akan disiapkan. Di antaranya mini playground edukatif, rainbow slide, balon udara, hingga area perkemahan yang tetap dipertahankan.

Pihak pengelola juga berencana menambah fasilitas dasar seperti kamar mandi, musala, kafe, dan restoran. Area masuk serta sejumlah bagian bangunan yang dinilai sudah usang juga akan ditata kembali.

Tak hanya itu, Taman Ria Colo nantinya juga akan menjadi bagian dari paket wisata yang terintegrasi dengan Pijar Park.

Pengunjung Pijar Park nantinya dapat melanjutkan perjalanan menuju Taman Ria Colo menggunakan jip. Konsep tersebut memungkinkan wisatawan menikmati dua destinasi sekaligus dalam satu paket.

“Jeep itu dari Pijar ke Colo. Paketnya sekitar Rp120 ribu. Dengan harga itu sampai Colo, beberapa fasilitas sudah termasuk,” jelasnya.

Konsep tersebut diharapkan membuat Taman Ria Colo tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem wisata yang sudah berkembang di kawasan Pijar Park.

Yusuf mengatakan penataan Taman Ria Colo ditargetkan berlangsung selama dua hingga tiga bulan ke depan. Pihaknya berharap sejumlah pembenahan awal sudah dapat dinikmati masyarakat menjelang akhir tahun.

“Insyaallah awal Desember. Dua sampai tiga bulan ini kita fokus penataan karena banyak yang rusak,” ujarnya.

Untuk saat ini, progres penataan disebut masih sekitar 10 persen. Pekerjaan awal difokuskan pada bagian depan kawasan, termasuk penataan area yang nantinya digunakan untuk aktivitas pengunjung dan UMKM.

“Untuk UMKM kita fokuskan di dalam. Taman-taman juga baru pembuatan. Kita juga membuat miniatur air terjun, supaya nanti orang bisa menikmati suasana air terjun di situ,” katanya.

Selain wisata alam dan wahana keluarga, pihaknya juga menyiapkan area untuk kegiatan komunitas maupun pertemuan. Area perkemahan yang sudah ada akan tetap dipertahankan dan dikembangkan.

Sementara untuk konsep pasar atau UMKM, pengelola akan membuatnya berbeda dengan Pijar Park. Taman Ria Colo dirancang lebih ramah bagi keluarga dan anak-anak, dengan harga yang diupayakan lebih terjangkau.

Yusuf berharap revitalisasi tersebut tidak sekadar membuat Taman Ria Colo memiliki wahana baru. Lebih dari itu, pihaknya ingin mengembalikan identitas Colo sebagai kawasan wisata yang sejuk, hijau, dan nyaman.

“Yang asli, yang sudah hilang, itu yang menurut saya harus kita kembalikan. Dulu itu adem, asri. Seolah-olah nanti kita kembalikan seperti kala waktu itu,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER