208 Pengajuan Dispensasi Nikah di Jepara, Duta GenRe Diminta Aktif Cegah Pernikahan Dini

BETANEWS.ID, JEPARA – Sebanyak 208 pengajuan dispensasi nikah tercatat di Pengadilan Agama Jepara hingga Kamis (27/8/2026). Di tengah masih tingginya angka pengajuan pernikahan bagi remaja di bawah usia 19 tahun, Duta Generasi Berencana (GenRe) Jepara didorong aktif mengedukasi remaja untuk mencegah pernikahan dini.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2K) Kabupaten Jepara, Mudrikatun, dalam Grand Final Duta GenRe Jepara 2026 di Pendapa Kartini, Rabu (26/8/2026).

Mudrikatun mengatakan, Duta GenRe memiliki peran penting untuk menjadi figur teman sebaya yang dapat memberikan edukasi kepada remaja. Salah satunya terkait pencegahan pernikahan usia dini.

-Advertisement-

“Kami berharap para Duta GenRe Jepara berperan aktif memanfaatkan media sosial, menyuarakan penolakan pernikahan usia dini di desa-desa,” kata Mudrikatun.

Menurutnya, remaja merupakan aset sekaligus salah satu pilar penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pembekalan kepada remaja tidak cukup hanya melalui pendidikan akademis, tetapi juga perlu diarahkan pada kemampuan merencanakan masa depan dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga.

Baca juga : Klarifikasi Pemilik Lahan, Bupati Jepara Sebut Iklan Pulau Menjangan Kecil Dijual Rp500 Miliar Hoaks

Grand Final Duta GenRe Jepara 2026 menjadi puncak dari rangkaian seleksi yang diikuti 86 peserta. Peserta terdiri atas 35 laki-laki dan 51 perempuan. Dari seluruh peserta tersebut, terpilih 15 finalis putra dan 15 finalis putri yang melaju ke babak grand final.

Ajang tersebut tidak hanya ditujukan untuk memilih pemenang, tetapi juga menjadi wadah bagi remaja untuk menunjukkan gagasan, kemampuan, dan komitmennya dalam menginspirasi generasi sebaya.

Melalui program GenRe, para remaja didorong memiliki perencanaan kehidupan yang matang, mulai dari pendidikan dan pengembangan keterampilan, membangun hubungan yang sehat, hingga mempersiapkan kehidupan berkeluarga.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, generasi muda juga perlu memperkuat sisi spiritualitas sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan zaman.

Menurutnya, Duta GenRe memiliki posisi strategis karena dapat menyampaikan pesan-pesan positif kepada remaja dengan bahasa dan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.

“Duta GenRe memiliki posisi penting dalam upaya ini. Mereka adalah figur sebaya yang dapat membawa pesan-pesan positif dengan bahasa dan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan remaja,” ujar Mas Wiwit.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk menyiapkan remaja Jepara yang sehat, berkarakter, berakhlak, serta mampu menjadi teladan di lingkungannya.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Jepara per Kamis (27/8/2026), dari 208 pengajuan dispensasi nikah tersebut, sebanyak 197 perkara telah selesai diputuskan, sedangkan 11 perkara lainnya masih dalam proses.

Selain dispensasi nikah, Pengadilan Agama Jepara juga mencatat 1.616 perkara perceraian yang diajukan hingga periode yang sama. Perkara tersebut terdiri atas 307 cerai talak dan 1.309 cerai gugat. Sebanyak 1.414 perkara di antaranya telah diputuskan.

Data tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan dalam merencanakan kehidupan, termasuk ketika seseorang memutuskan untuk membangun keluarga.

Karena itu, Duta GenRe Jepara diharapkan tidak berhenti pada penobatan sebagai duta. Para duta terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi role model sekaligus penggerak bagi remaja lainnya untuk merencanakan masa depan dengan lebih matang.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER