Polres Kudus Bekali 488 Siswa Kemampuan Gunakan AI dan Lawan Kejahatan Digital

BETANEWS.ID, KUDUS – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membawa banyak kemudahan bagi pelajar, tetapi juga membuka celah munculnya berbagai kejahatan digital. Karena itu, Polres Kudus tidak hanya mengajarkan siswa cara memanfaatkan AI, tetapi juga membekali mereka untuk mengenali hoaks, penipuan, hingga upaya pencurian identitas di dunia maya.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan AI yang menyasar siswa SMA dan sederajat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Terbaru, kegiatan digelar di SMK Wisuda Karya dan diikuti sebanyak 488 siswa.

Dalam pelatihan itu, siswa diajak mengenal dasar-dasar AI sekaligus mempraktikkan penggunaannya melalui platform Senopati Academy. Platform yang dikembangkan Polri tersebut dikemas secara interaktif sehingga materi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi juga permainan, kuis, dan simulasi.

-Advertisement-

Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasat Binmas Polres Kudus AKP I Kadek Dwi P Putra mengatakan, Senopati Academy dibuat sebagai sarana edukasi bagi pelajar agar memahami kecerdasan buatan sekaligus mengetahui cara menggunakannya secara aman dan bertanggung jawab.

Baca juga : Kekeringan di Kudus Meluas, 729.500 Liter Air Bersih Didistribusikan untuk Empat Desa

“Platform Senopati Academy merupakan buatan Polri. Tujuannya untuk memberikan edukasi kecerdasan buatan kepada siswa SMA sederajat,” ujar AKP I Kadek Dwi melalui siaran tertulis, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, materi yang diberikan mencakup pengenalan AI, cara kerja, hingga pemanfaatannya untuk membantu kegiatan pembelajaran. Siswa juga dikenalkan dengan cara menghadapi hoaks serta penggunaan prompt agar AI dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk belajar.

“Pada kesempatan itu juga kami memberikan edukasi bagaimana melawan hoaks, melawan AI, serta mengajarkan prompt untuk mendukung proses pembelajaran,” jelasnya.

Selain kemampuan menggunakan teknologi, tuturnya, aspek keamanan dan etika juga menjadi perhatian dalam pelatihan tersebut. Siswa diarahkan agar tidak sembarangan menggunakan AI maupun memberikan data pribadi ketika beraktivitas di ruang digital.

Materi keamanan digital kemudian dikemas dalam cerita interaktif. Siswa dihadapkan pada sejumlah persoalan yang menyerupai kejadian dalam kehidupan sehari-hari, seperti modus penipuan dan undangan palsu yang dapat digunakan untuk mencuri identitas pribadi.

“Pada cerita itu, siswa diminta untuk memecahkan permasalahan dan bagaimana menangkalnya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Senopati Academy juga memiliki sejumlah fitur lain untuk mendukung kebutuhan pelajar. Di antaranya permainan edukatif, simulasi IELTS dan TOEFL, penggalian potensi diri, informasi karier, hingga panduan memilih pendidikan lanjutan.

“Kami berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kemampuan siswa menggunakan teknologi AI. Lebih dari itu, pelajar diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis saat menerima informasi di internet dan semakin peka terhadap berbagai modus kejahatan digital,” sebutnya.

Salah seorang siswa SMK Wisuda Karya, Abiprya, menilai pemahaman mengenai AI penting karena teknologi tersebut semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia berharap pelatihan tersebut membuatnya lebih bijak menggunakan AI sekaligus mampu menghindari kejahatan di ruang digital.

“Harapan saya bisa lebih paham tentang AI, menggunakannya dengan bijak, serta menghindari tindak kejahatan,” tandasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER