Garuda Pertiwi vs Thailand, Duel Pertahanan Kukuh dan Mesin Gol di Final Srikandi Merdeka Cup

BETANEWS.ID, KUDUS — Timnas Putri U-16 Indonesia, Garuda Pertiwi, akan menghadapi Thailand dalam final Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino di Supersoccer Arena (SSA), Kudus, Minggu (23/8/2026). Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan karakter berbeda, yakni Garuda Pertiwi yang belum kebobolan dan Thailand yang tampil paling produktif sepanjang turnamen.

Garuda Pertiwi melaju ke final setelah mengalahkan Timnas Putri U-16 Yordania dengan skor 3-0 pada semifinal. Skuad asuhan Timo Scheunemann juga mencatat pertahanan impresif karena belum kebobolan sejak fase grup.

Selain pertahanan yang solid, Garuda Pertiwi memiliki sejumlah pemain yang mampu menjadi pembeda. Kesya Arabela Manisya Nian, Ayla Dva Khala Ahisma, Nafeeza Ayasha Nori, dan Fadila merupakan beberapa pemain yang tampil menonjol sepanjang turnamen.

-Advertisement-

Lini belakang yang dikawal Jazlyn Kayla Firyal, Shifana Rizka Nadhifa, dan Febri Arum menjadi salah satu kekuatan utama Garuda Pertiwi. Sementara itu, Rengganis Wijanarto berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan mengatur tempo permainan dari lini tengah.

Pelatih Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, memastikan timnya telah melakukan persiapan untuk menghadapi karakter permainan Thailand. Penyesuaian taktik juga disiapkan, meski ia memilih tidak membeberkan detail strategi yang akan digunakan.

Baca juga : Semifinal Srikandi Merdeka Cup: Bungkam Yordania 3-0, Garuda Pertiwi Tantang Thailand di Final

“Kalau untuk taktik sudah ada pemikiran-pemikirannya, tapi nggak bisa saya sampaikan di sini. Harapan saya para pemain bisa main maksimal. Juara atau nggak, yang penting mereka bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Timo dalam jumpa pers di SSA Kudus, Sabtu (22/8/2026).

Bagi Timo, final ini bukan hanya tentang perebutan trofi, tetapi juga kesempatan mengukur perkembangan pemain Indonesia di level internasional. Ia ingin melihat sejauh mana Garuda Pertiwi mampu mendekati Thailand yang telah membangun sepak bola putri selama lebih dari 30 tahun.

“Kami ingin melihat seberapa jauh kami sudah mendekati Thailand yang udah membangun tim sepak bola putri selama 30 tahun lebih,” katanya.

Gelandang Garuda Pertiwi, Ayla Dva Khala Ahisma, memastikan seluruh pemain siap menghadapi pertandingan pamungkas. Evaluasi telah dilakukan untuk meminimalisasi kesalahan sekaligus memperkuat keunggulan tim, terutama dalam bertahan.

“Perasaan Ayla senang banget karena bisa masuk final. Terus harapannya Ayla bisa tampil maksimal. Kami nggak boleh sampai lengah, tetap main simpel, tenang, dan fokus sama di pertandingannya,” kata pemain lulusan MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta tersebut.

Di kubu lawan, Thailand datang dengan catatan yang tak kalah mengesankan. Tim asuhan Thidarat Wiwasukhu belum menelan kekalahan sejak fase grup hingga semifinal dan menjadi tim paling produktif dengan koleksi 15 gol dari 52 percobaan ke arah gawang.

Thailand juga menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola. Dalam empat pertandingan yang telah dimainkan, mereka mencatat rata-rata penguasaan bola mencapai 65,91 persen.

Kapten Thailand, Kawinthida Kikuntod, menjadi salah satu pemain yang menonjol sepanjang turnamen. Kemampuannya mengontrol lini tengah membuat Thailand mampu mempertahankan permainan kolektif sekaligus mendominasi jalannya pertandingan.

Pelatih Thailand, Thidarat Wiwasukhu, mengatakan timnya terus berkembang setelah melewati setiap pertandingan. Evaluasi yang dilakukan membuat para pemain semakin percaya diri dan memahami pola permainan yang diterapkan tim pelatih.

“Saya rasa tim kami sudah banyak kemajuan. Pemain kami telah memetik pengalaman berharga dari setiap pertandingan. Mereka kini lebih percaya diri dan memahami pola permainan,” ujar pelatih yang akrab disapa Mim tersebut.

Mim berharap para pemain mampu menerapkan hasil latihan ketika menghadapi Garuda Pertiwi. Ia ingin melihat Thailand tampil sebagai tim yang percaya diri dan memiliki ambisi kuat untuk menjadi juara.

“Di final nanti saya ingin semua pemain dapat menerapkan taktik yang telah dilatih. Saya ingin melihat mereka sebagai pemain yang ingin juara dan menunjukkan potensi secara maksimal,” katanya.

Kapten Thailand, Kawinthida, mengakui Garuda Pertiwi merupakan lawan yang kuat. Namun, ia memastikan Thailand telah mempersiapkan diri dan datang ke final dengan target mengangkat trofi.

“Saya lihat Garuda Pertiwi adalah tim yang hebat, tapi kami sudah bersiap dan kami memiliki tujuan, yakni akan jadi juara. Terima kasih kepada para fans yang sudah datang dan mendukung kami di sini,” ujarnya.

Di luar persaingan di lapangan, Srikandi Merdeka Cup juga menjadi ruang bagi para pemain dari berbagai negara untuk saling mengenal. Turnamen yang diikuti delapan tim dari tujuh negara itu memperlihatkan bahwa persaingan di lapangan dapat berjalan beriringan dengan persahabatan di luar pertandingan.

Bahkan, Kawinthida mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Kudus selama mengikuti turnamen. Ia juga menyebut telah berteman dengan sejumlah pemain Indonesia, termasuk Nafeeza.

“Saya sangat senang dengan sambutan fans di sini. Banyak yang meminta foto bersama. Saya juga jadi punya banyak teman di sini, termasuk dengan sejumlah pemain Indonesia seperti Nafeeza,” katanya.

Final Srikandi Merdeka Cup 2026 pun akan menjadi ujian bagi dua kekuatan berbeda. Garuda Pertiwi membawa pertahanan yang belum kebobolan, sedangkan Thailand datang dengan mesin gol dan penguasaan bola terbaik. Pertarungan di SSA Kudus diprediksi berlangsung sengit demi mengangkat trofi juara.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER