Mampu Ekspor Ratusan Ton per Tahun, Budidaya Rumput Laut di Karimunjawa Terkendala Benih

BETANEWS.ID, JEPARA – Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, sudah lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil rumput laut terbaik. Potensi produksinya setiap tahun juga cukup besar sehingga mampu menembus pasar ekspor.

Namun, potensi tersebut masih terkendala ketersediaan bibit atau benih rumput laut.

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Dzul Fikar, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Muslihun, mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan bibit, petani rumput laut di Karimunjawa selama ini mendatangkan bibit dari berbagai daerah.

-Advertisement-

“Bibit kami ambilnya berganti-ganti. Ada yang dari Situbondo, Lampung, dan Bali,” ujar Muslihun melalui sambungan telepon, Sabtu (18/7/2026).

Muslihun menjelaskan, bibit tersebut harus diganti setiap empat tahun sekali. Jika terus digunakan tanpa pergantian, hasil panen rumput laut berpotensi menurun bahkan rusak.

Saat ini, lanjut Muslihun, hasil produksi rumput laut dari Karimunjawa banyak dikirim ke perusahaan di Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, sebagian juga diekspor ke China dan Jepang.

Baca juga : Warga Jepara Masih Takut Imunisasi, 160 Kader PKK Diterjunkan Kejar Imunisasi Balita

Khusus untuk kebutuhan ekspor, Muslihun menyebut jumlah rumput laut yang dikirim setiap tahun mencapai 300 hingga 400 ton.

“Permintaan rumput laut ini memang banyak karena potensinya sangat bagus. Cuma kendala utamanya adalah ketersediaan bibit,” ungkapnya.

Menurut Muslihun, kendala tersebut mulai mendapat solusi melalui bantuan pengembangan budidaya rumput laut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI berupa bantuan benih dan sarana produksi budidaya rumput laut.

“Ini sudah mulai berjalan untuk pembibitan di lahan seluas lima hektare sejak Senin (13/7) kemarin,” ujarnya.

Lahan pembibitan tersebut berada di Desa Kemujan. Hasil pembibitan nantinya akan ditanam di lahan seluas 45 hektare yang juga berada di Desa Kemujan.

Muslihun berharap bantuan tersebut dapat berlanjut. Ia juga berharap Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) dapat menjaga ketersediaan bibit rumput laut sehingga petani tidak perlu lagi mendatangkan bibit dari daerah lain.

“Harapan kami ada pembinaan yang berkelanjutan. BBPBAP bisa selalu menyediakan bibit secara berkelanjutan serta menjaga kestabilan harga,” harapnya.

Adapun harga rumput laut saat ini, menurut Muslihun, sedang tinggi, yakni Rp2.500 per kilogram untuk rumput laut basah dan Rp25 ribu per kilogram untuk rumput laut kering.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER