Menu MBG Kudus Bakal Distandarkan, Satgas Pastikan Gizi Anak Tak Sekadar Kenyang

BETANEWS.ID, KUDUS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus berpeluang memiliki standardisasi menu khusus untuk seluruh dapur penyedia makanan. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh penerima manfaat mendapatkan asupan gizi yang sesuai standar dan tidak sekadar merasa kenyang.

Ketua Satgas MBG Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, mengatakan usulan standardisasi menu telah disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Hasilnya, pengajuan tersebut mendapat respons positif dan kini tinggal menunggu proses pengesahan.

“Standardisasi menu diperlukan untuk menjaga kualitas makanan yang disajikan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan demikian, kebutuhan nutrisi penerima manfaat dapat terpenuhi secara lebih merata,” ujar Bellinda di Pendopo Kudus, belum lama ini.

-Advertisement-

Ia menjelaskan, standardisasi bukan berarti seluruh dapur MBG harus menyajikan menu yang sama setiap hari. Sebaliknya, kebijakan tersebut akan menjadi pedoman dalam menentukan pilihan menu yang tetap memenuhi standar gizi yang ditetapkan.

“Dalam penerapannya nanti, Satgas MBG Kudus akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BGN. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan standar yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan gizi anak dan kelompok penerima manfaat lainnya,” beber perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kudus tersebut.

Selain itu, lanjutnya, para pengelola dapur SPPG juga akan mendapatkan pelatihan terkait penyusunan dan penyajian menu. Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga konsistensi standar gizi di setiap dapur.

Baca juga : 15 SPPG di Kudus Dinonaktifkan Sementara, Ini Sebabnya

Bellinda juga menyoroti penggunaan susu kemasan dalam program MBG yang selama ini masih ditentukan oleh masing-masing dapur. Kondisi tersebut membuat kandungan nutrisi yang diterima penerima manfaat berpotensi berbeda-beda.

Karena itu, Satgas MBG Kudus berencana menetapkan standar minimal kandungan gizi susu yang boleh digunakan dalam program tersebut. Kebijakan ini diharapkan mampu memastikan seluruh anak memperoleh kualitas nutrisi yang setara meskipun merek susu yang digunakan berbeda.

“Melalui standardisasi menu dan kandungan gizi tersebut, semoga kualitas program terus meningkat. Program MBG di Kudus pun diharapkan tidak hanya menyediakan makanan gratis, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan gizi sesuai standar angka kecukupan gizi yang ditetapkan pemerintah,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER