BETANEWS.ID, JEPARA – Tiga pekan menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara gencar melakukan pengawasan hewan ternak yang dijual di pasar hewan.
Kepala DKPP Jepara, Mundhofir, mengatakan pengawasan mulai diperketat karena setiap tahun masih ditemukan potensi oknum yang menjual hewan ternak dalam kondisi sakit di pasar hewan.
“Dari tahun ke tahun selalu ada oknum yang menjual hewan ternak yang tidak sepenuhnya sehat. Karena itu, setiap pasaran atau saat pasar hewan buka, kami turun langsung untuk mengecek kesehatan ternak,” ungkap Mundhofir melalui sambungan telepon pada Kamis (7/5/2026).
Penyakit yang ditemukan saat pengecekan, kata dia, masih berupa penyakit umum, seperti virus parasit, gangguan pada mata, dan gangguan pencernaan.
Meski demikian, hingga saat ini potensi penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) masih ada. Karena itu, pengecekan rutin tetap diperlukan.
Baca juga : 60 Peserta Ikuti Pelatihan Juleha di Kudus, Persiapan Jelang Iduladha 2026
“Saat pengecekan, penyakit yang kami temukan masih penyakit umum. Namun, PMK dan LSD masih menjadi perhatian utama karena di daerah lain kasusnya masih ada,” beber Mundhofir.
Saat menemukan hewan ternak yang akan dijual dalam kondisi sakit, Mundhofir mengimbau agar hewan tersebut tidak langsung disembelih, melainkan menunggu hingga kondisinya sehat terlebih dahulu.
“Secara aturan memang tidak ada larangan hewan ternak sakit untuk disembelih. Hanya saja, kami berupaya menjaga kualitasnya,” ujarnya.
Selain pengecekan di pasar hewan, Mundhofir mengatakan pihaknya juga rutin melakukan vaksinasi dan pemberian vitamin kepada hewan ternak.
DKPP Jepara menerjunkan tim yang datang langsung ke kandang peternakan milik masyarakat. Meski begitu, upaya tersebut belum bisa menjangkau seluruh kandang peternakan.
Namun, ia berharap melalui kunjungan tersebut para peternak semakin sadar untuk memperhatikan kondisi kesehatan hewan ternaknya.
“Langkah itu sebagai upaya kami untuk merangsang peternak agar melakukan hal serupa secara swadaya, sehingga mereka bisa menyediakan hewan kurban yang sehat,” katanya.
Selain itu, DKPP Jepara juga menyediakan layanan respons cepat bagi peternak yang belum sempat dikunjungi tim secara langsung. Dengan begitu, saat terjadi masalah pada hewan ternak, masyarakat tidak perlu panik.
Editor: Kholistiono

