Hadiri Diskusi Terbuka Bersama Mahasiswa, Valerie Dorong Riset Tiga Pilar dan Sekolah Rakyat

“Sebagai aktivis boleh kritis, tapi jangan lupa belajar. Dengan teknologi sekarang, akses ilmu sangat mudah,” pesannya.

Sementara itu, Ketua BEM UMK, Nurrohmah Tanaya Kusuma Dewi, mengatakan diskusi tersebut merupakan inisiatif mahasiswa untuk menguji kesesuaian antara visi Indonesia Emas 2045 dengan realitas di lapangan.

“Kami ingin melihat apakah visi menuju generasi emas itu benar-benar sesuai dengan kondisi pendidikan saat ini atau tidak,” ujarnya.

-Advertisement-

Dalam forum tersebut, dirinya juga menyebut, kalau pihaknya juga mengundang anggota DPRD Kudus, Rohim Sutopo, untuk hadir dan berdiskusi secara terbuka. Namun hingga acara selesai, yang bersangkutan tidak hadir.

“Beliau sempat merespons akan datang, tapi sampai selesai tidak hadir. Kami juga sempat dihubungi untuk diajak diskusi di rumah atau kantor DPRD, tapi kami menolak karena ingin diskusi terbuka,” tegasnya.

Ia mengaku kecewa dengan sikap tersebut, bahkan menyebut ini sebagai kejadian kedua setelah sebelumnya juga tidak hadir dalam agenda serupa saat Hari Kartini.

“Bagaimana wakil rakyat bisa memahami kondisi masyarakat kalau diskusinya tertutup? Kami kecewa, tapi tidak berhenti di sini. Kami akan terus mengawal,” tambahnya.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mengkritik, tetapi juga memiliki inisiatif dan gagasan untuk berkontribusi bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong adanya ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan pemangku kebijakan.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER