Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok KDMP Undaan Kudus Sukses Panen Perdana

BETANEWS.ID, KUDUS – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, melakukan panen perdana budidaya ikan nila dalam kolam terpal sistem bioflok, Jumat (22/5/2026). Program budidaya ikan tematik tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2025 lalu.

Panen perdana tersebut menjadi pembuktian bahwa budidaya ikan nila di kolam terpal mampu menghasilkan ikan berkualitas dengan ukuran besar dan siap dipasarkan kepada konsumen.

Ketua KDMP Undaan Lor, Rif’an Khamim, mengatakan budidaya ikan nila yang telah dikembangkan kini berhasil menjawab keraguan masyarakat terkait budidaya ikan di kolam terpal.

-Advertisement-

“Selama ini masyarakat menganggap budidaya ikan nila di kolam terpal tidak bisa besar. Hari ini kami buktikan bahwa dalam usia sekitar empat sampai empat setengah bulan, ikan bisa mencapai ukuran rata-rata empat ons,” bebernya di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, ukuran ikan yang dipanen cukup bervariasi. Bahkan ada ikan dengan ukuran satu kilogram berisi tiga hingga empat ekor.

Menurutnya, hasil panen tersebut sudah layak dipasarkan ke rumah makan maupun restoran di wilayah Kecamatan Undaan, terutama di Desa Undaan Lor yang memiliki banyak rumah makan dan restoran.

Baca juga : Kualitas Terjamin, Pembudidaya Ikan Rela Antre Demi Benih dari BBI Hadipolo Kudus

“Kami di Undaan ada sekitar lima restoran besar yang nantinya bisa diajak bekerja sama. Pangsa pasar ikan nila ini sangat kuat,” katanya.

Saat ini KDMP Undaan Lor memiliki 24 kolam budidaya dengan kapasitas sekitar 700 ekor per kolam. Total populasi ikan mencapai sekitar 16 ribu ekor.

Rif’an menyebut kebutuhan ikan nila di wilayah Undaan masih sangat tinggi sehingga peluang usaha budidaya ikan masih terbuka luas.

“Di Resto Kampung Sawah sendiri kebutuhan ikan bisa mencapai dua ton per bulan. Jadi, kolam yang ada ini sebenarnya masih kurang,” jelasnya.

Pihaknya juga mulai menjalin komunikasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait potensi suplai ikan nila untuk program makan bergizi.

Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie mengapresiasi keberhasilan panen perdana tersebut. Ia menyebut budidaya ikan nila di kolam terpal menjadi yang pertama di Kabupaten Kudus dengan konsep seperti itu.

“Ini bukti pemerintah serius menghadirkan program yang langsung menyentuh masyarakat desa. Harapannya bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

“Ke depan hasil budidaya ini bisa mendukung kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat dan anak-anak,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Prasetya, menjelaskan bantuan budidaya ikan dari KKP tersebut diberikan kepada dua lokasi di Kabupaten Kudus, yakni KDMP Undaan Lor dan Desa Tanjungrejo.

“Masing-masing menerima bantuan 24 kolam dengan diameter empat meter,” jelasnya.

Dalam panen perdana tersebut, total ikan yang dipanen mencapai sekitar 300 kilogram. Namun, panen dilakukan secara bertahap karena ukuran ikan masih bervariasi.

“Ini belum panen total. Ada yang masih kecil, sedang, dan besar. Jadi panennya dilakukan bertahap,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER