SMK Muhammadiyah Undaan Kudus Tolak MBG Selama Ramadan

BETANEWS.ID, KUDUS – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Undaan, Kabupaten Kudus resmi menolak menerima pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 1447 Hijriyah. Penolakan tersebut diambil, dikarenakan ada beberapa alasan agar siswa khidmat menjalankan Rukun Islam ke empat tersebut.

Kebijakan penghentian sementara tersebut resmi dilayangkan dengan surat pernyataan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait atas inisiatif pihak sekolah. Hal itu supaya pihak SPPG tidak lagi mengirim menu MBG ke sekolah tersebut selama bulan Ramadan.

Kepala SMK Muhammadiyah Undaan, Abdul Rozaq mengatakan, ada beberapa alasan pihaknya menolak menerima pendistribusian menu MBG. Pertama, karena pihaknya mempertimbangkan siswa yang mendapati udzur syar’i, seperti haid, dan mengharuskan mereka tidak berpuasa.

-Advertisement-

Pihak sekolah khawatir, bila MBG tetap dibagikan kepada siswa, hal itu dapat mengganggu murid lain yang sedang menjalankan puasa.

Baca juga: Roti Berjamur Ditemukan di Dalam Paket MBG SDN 4 Getas Pejaten

“Biasanya ada yang udzur syar’i, meskipun menunya kering, kan, siap makan. Takutnya mengganggu murid lain yang sedang berpuasa,” kata Rozaq saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa, (3/3/2026).

Kedua, pihak sekolah juga mempertimbangkan kondisi, di mana beberapa murid memang sengaja tidak menjalankan ibadah puasa. Apabila menu tetap dibagikan, akan menjadi tanggungan sosial bagi pihak sekolah.

“Saya juga menghindari kalau tanpa MBG saja anak-anak kadang masih sembunyi-sembunyi ke warung. Kalau pas mereka pulang masih berseragam di jalan sambil nyemil jajan MBG atau buah dari MBG, kita menghindari itu,” terangnya.

Tak hanya itu, pembagian menu MBG sangat menyita waktu sehingga dapat mengganggu waktu kegiatan belajar mengajar (KBM). Di mana, KBM selama bulan puasa juga terbatas

“Waktu KBM kan sangat pendek kalau Ramadan, kalau kita tersita untuk pembagian MBG, itu kan mengganggu waktu KBM, jadi nggak efektif,” ujarnya.

Rozaq mengaku, sempat bernego kepada SPPG agar pendistribusian selama Ramadan diganti sembako seminggu sekali atau menjelang hari libur sekolah. Usulan tersebut bisa berbentuk beras atau minyak goreng.

Namun, hal itu tidak disetujui dan tidak diindahkan oleh pihak SPPG, sehingga pihak sekolah yakin untuk tidak menerima MBG sementara waktu dengan sukarela.

Baca juga: Launching SPPG Polres Kudus, Bupati Sam’ani: “MBG Cerdaskan Anak dan Serap Tenaga Kerja”

“Nanti kalau sudah tidak Ramadan akan menerima lagi, ini hanya untuk selama bulan Puasa saja, dari SPPG juga tidak ada-apa asalkan membuat surat pernyataan atas inisiatif sekolah sendiri,” bebernya.

Ia menegaskan, bahwa penolakan ini bukan disebabkan karena menu-menu yang disediakan bermasalah. Namun, karena komitmen sekolah untuk mendidik anak dalam menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan dengan khusyuk.

“Kalau upaya ini sudah kita lakukan, tapi anak masih tidak berpuasa, berarti kan itu sudah di luar tanggung jawab kami,” tuturnya.

Rozaq menambahkan, SMK Muhammadiyah Undaan sudah tidak menerima menu MBG sejak hari pertama masuk sekolah pada 23 Fabruari 2026 lalu. Artinya selama 30 hari, siswa di sana tak menikmati menu MBG.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER