Pajak Kendaraan di Jateng Naik, Warga Berharap Sebanding dengan Kualitas Jalan

BETANEWS.ID, JEPARA– Pajak kendaraan di Jawa Tengah saat ini mengalami kenaikan, imbas diberlakukannya tarif baru berupa opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Kenaikan itu kemudian ramai dikeluhkan masyarakat hingga muncul seruan #stopbayarpajak kendaraan di Jawa Tengah. Protes itu muncul salah satunya berkaitan dengan banyaknya infrastruktur jalan yang kondisinya rusak.

Badrudin (50), Warga Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara mengaku geram dengan kondisi ruas Jalan Jepara-Keling, tepatnya di ruas Sekuro-Bangsri yang sudah sekitar lima bulan ini rusak parah.

-Advertisement-

Kondisi jalan di ruas tersebut saat ini dipenuhi lubang dengan berbagai ukuran yang hampir merata di seluruh permukaan badan jalan.

Di berapa titik ruas, lubang jalan bahkan dipenuhi kubangan air berwarna coklat. Kondisi itu, membuat pengguna jalan kesulitan saat melewati ruas jalan tersebut.

Sebagai warga yang ikut membayar pajak, Badrudin mengaku ia tidak mempersalahkan apabila tarif pajak kendaraan mengalami kenaikan.

Baca juga: Hasil Pendapatan Pajak Kendaraan di Jepara Bakal Dialokasikan Seluruhnya untuk Perbaikan Jalan

Namun, ia berharap kenaikan tarif pajak kendaraan di Jawa Tengah bisa diimbangi dengan kualitas infrastruktur jalan yang lebih baik.

“Harapan warga, kita bayar pajak jalannya diperbaiki. Boleh pajaknya naik, tapi diimbangi jalan bagus. Sehingga masyarakat tidak akan protes kalau jalannya bagus,” katanya saat ditemui di Ruas Jalan Sekuro-Bangsri, Kamis (26/2/2026).

Secara status, ruas Jalan Jepara-Keling termasuk Jalan provinsi. Untuk itu ia berharap, Gubernur Jawa Tengah bisa segera memperbaiki ruas jalan yang rusak. Sebab ruas tersebut sering dilewati kendaraan besar yang akan menuju ke PLTU Jepara.

“Kepada Pak Luthfi mohon diperbaiki cepat karena masalahnya cukup urgent ini, ini jalan bukan jalan buntu, ini jalan daerah PLTU,” ujarnya.

Harapan serupa juga turut disampaikan oleh Zumaroh (50), Warga Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo. Di tengah tarif pajak yang sudah naik, ia mempertanyakan kapan perbaikan jalan, utamanya di Ruas Sekuro-Bangsri akan dilakukan.

“Udah pajak naik kenapa jalannya ngga dibener-benerin? kalau naik ngga dibenerin kan sama aja. Pajak naik, jalan bagus ya ngga papa,” katanya.

Berdasarkan informasi dari Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Jepara, kenaikan tarif PKB di Jawa Tengah dibandingkan sebelumnya yaitu 16,20 persen.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER