Kurangi Genangan Banjir di Kudus, Empat Sungai Ini Jadi Prioritas Normalisasi Tahun Ini

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah memfokuskan penanganan banjir tahun ini dengan normalisasi sejumlah sungai di wilayah rawan genangan. Beberapa titik yang menjadi prioritas adalah titik-titik yang mengalami genangan banjir selama ini.

Sekretaris BPBD Kudus, Syarif Hidayah mengatakan, ada beberapa sungai yang menjadi prioritas pengerjaan pada 2026. Setidaknya ada sebanyak empat sungai yang bakal menjadi fokus pengerjaan normalisasi sungai.

“Tahun ini difokuskan mengerjakan Sungai Sastro di Karangrowo sepanjang sekitar 2 kilometer dengan lebar kurang lebih 8 meter, serta Sungai di Blok Dangi sepanjang 2,4 kilometer dengan lebar sekitar 4 meter,” ujarnya.

-Advertisement-

Baca juga: Pemkab Kudus Bakal Pasang 130 LPJU Tenaga Surya di Wilayah Perbatasan

Selain itu, normalisasi juga dilakukan di Sungai Blimbing sepanjang 2,4 kilometer. Saat ini, lebar sungai tersebut hanya sekitar 1,5 meter, sementara kondisi idealnya mencapai 7–8 meter. Sungai ini berada di perbatasan Desa Sidomulyo dan Gondoharum serta bermuara ke Sungai Plumbungan.

BPBD juga merencanakan penanganan Sungai Pendo Kirig sepanjang 1,84 kilometer dengan lebar sekitar 8 meter. Ia menegaskan, pengerjaan normalisasi sungai ini akan dilakukan secara kolaboratif bersama Dinas PUPR Kabupaten Kudus dan BBWS Pemali Juana.

“Tujuan utama normalisasi ini untuk mengurangi genangan banjir di beberapa wilayah rawan,” jelasnya.

Syarif menyebut, salah satu kendala di lapangan adalah penyempitan sungai akibat pembangunan serta aktivitas persawahan warga di sekitar bantaran.

Baca juga: Lagi, Tanggul Sungai Wulan di Undaan Lor Alami Sleding Sepanjang 20 Meter

Rencananya, pekerjaan normalisasi akan mulai dilaksanakan pada April tahun ini, sambil menunggu program normalisasi sungai besar seperti Sungai Juwana dan jaringan JU-1 dari pemerintah pusat.

Ia menambahkan, sejak 2023 hingga sekarang sudah terdapat puluhan kegiatan kolaborasi lintas instansi dalam penanganan sungai. Tercatat ada sekitar 34 kegiatan di wilayah utara bersama Dinas PUPR kabupaten, serta 24 kegiatan di wilayah selatan yang bekerja sama dengan BBWS Pemali Juwana.

“Anggaran yang digunakan berbasis gotong royong antarinstansi, serta warga sehingga pengerjaannya dilakukan secara kolaboratif,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER