31 C
Kudus
Kamis, Februari 26, 2026

Harga Cabai Tembus Rp95 Ribu Per Kilogram, Pasar Subsidi Pangan di Jepara Diserbu Warga

BETANEWS.ID, JEPARA– Lapak Penyaluran Subsidi Pangan dari Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah yang dibuka di Alun-Alun Jepara 1 pada Selasa, (24/2/2026) diserbu masyarakat.

Salah satu komoditas bahan pokok yang laris dibeli masyarakat yaitu cabai setan. Sebab di pasar tradisional, harganya saat ini mencapai Rp95 ribu per kg. Sedangkan di lapak tersebut dijual dengan harga Rp65 ribu per kg karena mendapat subsidi dari pemerintah.

Bagian Operasional dari PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), Dodi Sedianto mengatakan, kegiatan penyaluran subsidi pangan ini sengaja diadakan untuk membantu masyarakat serta sebagai upaya intervensi ditengah harga cabai yang sedang naik.

-Advertisement-

“Cabai ini kan lagi inflasi, sehingga dari Pemprov Jateng memberikan harga subsidi, kegiatannya kita selenggarakan hanya di hari ini,” katanya saat ditemui di Alun-Alun Jepara 1.

Baca juga: Hari Ketiga Ramadan, Harga Cabai hingga Bawang Masih Tinggi, Sedangkan Telur Berangsur Turun

Selain cabai, juga terdapat komoditas bahan pokok lain yang dijual dengan harga subsidi. Yaitu Beras Organik Mentik Wangi yang semula Rp22.936 per kg, menjadi Rp15 ribu per kg.

Kemudian Beras Singkong yang semula Rp23.830 per kg menjadi Rp14 ribu per kg. Mie Mocaf Low Glutten yang semula Rp5.580 per bungkus menjadi Rp3 ribu per bungkus. Mie Mocaf 100% yang semula Rp11.820 per bungkus menjadi Rp5 ribu per bungkus. Dan Tepung Mocaf yang semula Rp13.950 per 500 gram menjadi Rp6 ribu.

Dodi menjelaskan, komoditas bahan pokok yang ikut dijual tersebut semuanya merupakan produk asli dari petani di daerah Jawa Tengah. Seperti Tepung Mocaf atau tepung singkong yang merupakan produksi dari Kabupaten Banjarnegara. Beras organik dari Kabupaten Boyolali dan Beras Sorgum dari Kabupaten Blora.

“Kita juga sekalian memperkenalkan produk lokal yang mungkin masyarakat masih awam. Kita juga memperkenalkan karena produknya sehat, tidak pakai bahan kimia,” ujarnya.

Dodi mengatakan sejak awal lapak dibuka pukul 14.00 WIB, banyak masyarakat yang datang untuk membeli. Beberapa komoditas yang langsung habis yaitu mie mocaf.

Baca juga: Upaya Pemprov Jateng Intervensi Kenaikan Harga Pangan Pokok, dari GPM hingga Operasi Pasar

“Antusias masyarakat bagus sih, ramai. Kita buka jam 2 siang, seharusnya jam 4, tapi dari dinas bilangnya disuruh buka lebih awal,” bebernya.

Salah Satu Pembeli, Barokatus, Warga Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kabupaten Jepara mengaku senang dengan adanya subsidi pangan. Sebab harga bahan pokok saat ini masih tinggi.

“Tadi beli beras organik, pengen nyoba sih. Seneng kalau ada kegiatan kayak gini,” katanya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER