Siswa di Pati Terpaksa Terjang Banjir Demi Berangkat Sekolah

BETANEWS.ID, PATI – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, memaksa para siswa berjuang ekstra demi tetap bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Salah satunya terjadi di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, yang terisolir akibat luapan Sungai Silugonggo.

Para siswa harus berjalan kaki menerobos genangan air setinggi lutut orang dewasa. Dengan mengenakan sandal jepit, mereka melintasi jalan licin dan arus air yang cukup deras untuk mencapai titik parkir kendaraan.


Baca juga: Pantura Pati-Rembang Terendam Banjir, Arus Lalu Lintas Tersendat hingga 2 Kilometer

-Advertisement-

Salah satu pelajar SMA, Febrina, mengaku sudah terbiasa menghadapi kondisi tersebut saat banjir melanda. Meski berisiko, ia tetap memilih berangkat sekolah.

“Airnya setinggi lutut, jalannya licin, tapi tetap harus hati-hati. Ini tetap berangkat ke sekolah, karena mau cari ilmu,” ujar Febrina.

Setelah sampai di area parkir yang aman dari genangan, para siswa berganti pakaian dan mengenakan jas hujan sebelum melanjutkan perjalanan menuju sekolah dengan sepeda motor.

Banjir akibat meluapnya Sungai Silugonggo tersebut tak hanya mengganggu aktivitas belajar, tetapi juga membuat wilayah Dukuh Biteng terisolir. Akses transportasi terendam, sehingga aktivitas warga ikut terhambat.

Kondisi ini membuat orang tua diliputi rasa khawatir. Supatmo, salah satu orang tua siswa, mengaku cemas saat melepas anaknya berangkat sekolah. 

“Khawatir pasti ada, apalagi airnya lumayan dalam. Tapi kalau tidak berangkat, anak-anak ketinggalan pelajaran. Untuk disiplin, sekolah juga masih wajibkan siswa berangkat sekolah, ” kata Supatmo.


Baca juga: Banjir Rendam Jalur Alternatif Pati–Rembang, Rubinah Terpaksa Tak Jualan Karena Warungnya Kebanjiran

Warga berharap banjir segera surut agar akses jalan kembali normal dan aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah, dapat berjalan dengan aman.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, bencana banjir dan tanah longsor hingga kini telah berdampak pada 91 desa di 19 kecamatan di wilayah tersebut.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER