BETANEWS.ID, KUDUS – PT Pertamina Patra Niaga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kudus, Jepara, dan Pati, menyusul banjir serta curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu hingga Senin, 11–12 Januari 2026.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, Pertamina menemukan satu SPBU di Kabupaten Kudus yang terindikasi mengandung air akibat curah hujan ekstrem. SPBU tersebut yakni SPBU 43.593.18 yang berlokasi di Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Baca Juga: Pertalite di SPBU Bacin Kudus Tercampur Air, Pengelola Sebut Karena Cuaca Ekstrem
Menindaklanjuti temuan itu, Pertamina langsung memerintahkan penghentian sementara penjualan BBM di SPBU Bacin mulai pukul 06.00 WIB. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pengecekan lanjutan berjalan optimal dan mencegah dampak yang lebih luas kepada konsumen.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan pengecekan dilakukan secara menyeluruh sesuai prosedur standar perusahaan. Pemeriksaan meliputi riwayat pengiriman BBM, pengecekan kandungan air melalui sistem Automatic Tank Gauging (ATG), pengecekan fisik menggunakan pasta air, hingga pembersihan tangki secara total.
“Pertamina memastikan produk yang diterima masyarakat harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Jika ditemukan adanya indikasi ketidaksesuaian, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Taufiq melalui siaran tertulisnya, Selasa petang (13/1/2025)
Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk melindungi konsumen. Masyarakat yang merasa kendaraannya mengalami gangguan atau menemukan indikasi adanya air setelah pengisian BBM di SPBU tersebut diminta segera mendatangi SPBU tempat pengisian untuk dilakukan proses validasi.
Apabila terbukti mengisi BBM di SPBU Bacin saat kejadian, konsumen akan mendapatkan ganti rugi sesuai ketentuan. Hingga pernyataan ini disampaikan, tercatat sebanyak 10 unit kendaraan roda dua telah melaporkan keluhan.
“Terhadap konsumen tersebut, Pertamina akan memfasilitasi perbaikan mesin kendaraan serta memberikan e-voucher pembelian BBM produk Pertamax,” jelasnya.
Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak ragu menyampaikan pengaduan melalui SPBU tempat pengisian atau melalui Pertamina Call Center 135 agar dapat segera ditindaklanjuti.
Baca juga: Longsor Menawan Makan Korban, Bupati Kudus Turun ke Lokasi Bencana
“Pertamina berkomitmen menjaga kualitas produk dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam kondisi darurat akibat bencana alam,” tandas Taufiq.
Diberitakan sebelumnya, video warga yang menguras tangki motornya ramai di grup watshap, Selasa (13/1/2025). Pada video tersebut, dinarasikan bahwa Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan tersebut berjenis Pertalite yang tercampur air itu berasal dari SPBU Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Editor: Haikal Rosyada

