BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah warung penjualan durian yang berada di Dukuh Pelang, Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus diserbu pembeli. Pembeli yang berdatangan silih berganti tanpa henti hingga tempat duduk yang disediakan penuh terisi.
Walaupun cuaca tampak gerimis, antusias pembeli di Pondok Durian Bu Yati tersebut tinggi. Tempat yang dikenal dengan menawarkan garansi bisa ditukar ketika durian terasa kurang itu menjadi jujugan bagi pecinta durian. Tak hanya dari Kudus, pembeli luar kota bahkan sengaja datang ke tempat tersebut untuk menikmati durian yang disediakan.
Baca Juga: Punya Lima Varian Rasa, Bikang Cungkel Ambar Jadi Favorit di Kudus
Pemilik warung, Maryati menyampaikan, berlokasi di Jalan Bareng-Colo dia menyediakan beragam rasa durian dari jenis durian lokal yang ada. Mulai rasa pahit manis, manis saja, dan pahit saja tersedia di sana. Apalagi dengan penawaran garansi yang ditawarkan cukup membuat pembeli tanpa ragu berlangganan di sana.
“Kalau rasanya gak enak, bisa diganti atau kami berikan garansi untuk ditukar dengan yang baru. Durian di sini manis, pahit, legit, dan jenisnya lokalan saja,” bebernya, saat ditemui, Kamis (1/1/2026).
Ia menyebut, bahwa pembeli tak hanya dari masyarakat Kudus saja, melainkan dari luar daerah juga. Bahkan pembeli berasal dari Sidoarjo di hari itu menurutnya sengaja datang ke sana untuk menikmati durian di tempatnya.
“Alhamdulillah tahun ini, lebih ramai dibandingkan tahun lalu. Pengunjung dari Kudus, Pati, Demak, Grobogan, bahkan dari Sidoarjo pun ke sini, mereka suka ke sini karena duriannya enak dan bergaransi,” katanya.
Jenis durian yang tersedia, katanya, lokalan yang diambil dari wilayah sekitar Kecamatan Dawe. Untuk harga dipatok cukup beragam, ada yang tersedia mulai Rp25 ribu, Rp100 ribu dapat tiga, hingga ada pula durian yang satu bijinya tembus harga Rp225 ribu.
“Paling banyak diminati durian yang Rp100 ribu dapat tiga. Daya tariknya durian di sini fresh dari kebun langsung dan meski bentuk durian kecil, tapi rasanya enak,” jelasnya.
Dalam penjualannya itu, Maryati sanggup menjual 200-300 biji dalam sehari saat ramai seperti ini. Sedangkan untuk hari biasa bisa menjual 100 biji.
Baca Juga: Serunya Kulineran Sambil Belajar Membatik di Omah Sate Pak Taman Pati
Salah satu pembeli asal Grobogan, Nastiti (30) mengaku pertama kalinya membeli durian di sana dari rekomendasi adiknya yang tahu dari media sosial TikTok. Menurutnya, rasanya enak sehingga bersama keluarganya ia membeli banyak durian untuk dimakan di tempat.
“Yang terpenting di sini itu bergaransi, jadi silahkan datang ke sini langsung untuk menikmati duriannya, dijamin puas,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

